Dikatakan dr. Ryan, semakin singkat waktu yang tersedia untuk memberikan pertolongan pada suatu kondisi trauma, semakin serius pula kondisi tersebut dan semakin besar bahayanya.

Karena itu, lanjut dia, masyarakat perlu memahami bahwa dalam situasi darurat, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan.

“Semakin kecil golden period dari suatu trauma, maka semakin parah suatu kondisi tersebut dan semakin berbahaya dia,” katanya.

Prinsip tersebut, lanjut dr. Ryan, juga relevan dengan berbagai kondisi gawat darurat lainnya. Membiarkan kondisi tanpa penanganan yang diperlukan dapat memperburuk dampak yang ditimbulkan.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk tidak menunda pertolongan medis ketika menghadapi kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Menurut gue, ini berlaku hampir pada semua kondisi gawat, bahwa kalau semakin dibiarkan, maka semakin parah juga dampaknya,” ungkapnya.

Pengetahuan mengenai trauma, khususnya cedera kepala dan gangguan yang berkaitan dengan otak, menjadi penting agar masyarakat lebih tanggap dalam mengenali situasi darurat. Respons yang cepat dan penanganan yang sesuai dapat membantu mencegah kondisi semakin memburuk.

Melalui edukasi tersebut, dr. Ryan juga mengajak masyarakat untuk aktif mencari informasi mengenai trauma dan kesehatan otak.

Ia pun membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan seputar cedera kepala maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan otak melalui kolom komentar kanal YouTube-nya.

Baca Juga: Financial Planner Ungkap Tanda-tanda Trauma Finansial yang Sering Tak Disadari, Apa Saja?