Bagi Vidjongtius, kesempatan membantu orang lain menemukan jalan keluar justru dapat menjadi sumber motivasi.
Dengan mengubah cara pandang terhadap tekanan, seorang pemimpin dapat lebih berfokus pada penyelesaian masalah daripada terjebak dalam stres yang ditimbulkannya.
"Kalau saya bisa membantu memberikan solusi, happy banget. Nah ini adalah situasi bagaimana kita mengelola pikiran kita kalau itu sudah terjadi. Yang terjadi, yang muncul, itu bukan stresnya. Tapi yang muncul adalah motivasi untuk menyelesaikan masalah," ujar Vidjongtius.
Selain membangun pola pikir yang tepat, Vidjongtius menekankan pentingnya tidak menunda penyelesaian masalah.
Ketika berbagai persoalan datang bersamaan, pemimpin perlu tetap tenang dan mampu mengatur pekerjaan berdasarkan tingkat urgensi serta prioritasnya.
Menurut Vidjongtius, banyaknya rapat, permintaan, dan orang yang membutuhkan perhatian bukan berarti seluruh pekerjaan harus ditangani sekaligus.
Pemimpin perlu menentukan hal yang paling mendesak, mengatur jadwal secara efektif, serta memastikan setiap pertemuan menghasilkan langkah penyelesaian yang jelas.
"Kata-kata banyak tadi, itu juga bisa dikategorisasi menjadi skala prioritas. Pasti seorang pemimpin yang mau ketemu banyak," tuturnya.
“Kita sebagai yang dipercaya menjadi pemimpin, kita harus bisa memprioritas. Sampai lagi, mengorchestrasi yang sekian banyak meeting. Semuanya harus memberikan solusi,” lanjutnya.