Bagi Ligwina, kunci untuk menikmati pengeluaran tersier sebenarnya simple, yaitu memastikan uangnya memang tersedia. Artinya, seseorang tidak perlu memaksakan diri membeli sesuatu hanya karena menginginkannya saat ini.
"Jadi syarat mau bersenang-senang dengan si pengeluaran tersier itu, syaratnya cuma sederhana aja, ada duitnya," tuturnya.
Ligwina melanjutkan, prinsip tersebut juga berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk jujur terhadap kondisi finansialnya.
Jika belum memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu, bukan berarti barang tersebut semata-mata terlalu mahal. Bisa jadi, memang belum waktunya membeli karena dana yang tersedia belum mencukupi.
"Makanya aku bilang, jangan deh lulu, jangan bohong sama diri sendiri. Kalau memang kamu nggak mampu, bilang nggak mampu. Jangan bilang itu harganya mahal, terus nggak usah, nggak usah. No, no, no, emang nggak punya uangnya," imbuh Ligwina.
Dikatakan Ligwina, daripada memaksakan pembelian atau mengorbankan kebutuhan lain, ia menyarankan adanya proses menunggu sambil mengumpulkan dana hingga jumlah yang dibutuhkan tercapai.
"Jadi aku perlu menunggu ngumpulin dulu untuk sampai uangnya nyampe, baru dibeli gitu. Ada proses menunggu yang kadang orang suka lupa," pungkasnya.
Baca Juga: 4 Prinsip Keuangan Warren Buffett yang Bisa Bantu Anda Jadi Lebih Kaya