Sedikit demi sedikit tabir mengenai Universitas Republik Indonesia (URI) mulai tersingkap. Setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan sebagai Gubernur URI dan Profesor Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI, publik dibuat penasaran dengan tujuan dibentuknya lembaga pendidikan baru tersebut.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto akhirnya buka suara. Menurutnya, URI bukanlah lembaga yang akan membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia, melainkan bagian dari program afirmasi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap mengisi posisi-posisi strategis di masa depan.

"URI itu program-program afirmasi menyiapkan SDM-SDM untuk lebih siap bekerja di lokasi-lokasi atau posisi-posisi yang strategis," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (24/7/2026).

Baca Juga: Prabowo Lantik Donny Ermawan Pimpin URI, Apa Itu Universitas Republik Indonesia?

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat, termasuk anggapan bahwa URI akan menjadi semacam "super university" yang menaungi seluruh kampus di Tanah Air.

Brian menegaskan, fungsi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tidak akan berubah dengan kehadiran URI. Begitu pula dengan status perguruan tinggi yang sudah ada saat ini.

"Fungsi kita tidak berubah ya, semuanya, tidak ada," tegasnya.

Ia menambahkan, URI juga tidak akan mengambil alih peran universitas lain di Indonesia. Penjelasan lebih rinci mengenai struktur dan peran URI, kata Brian, akan disampaikan langsung oleh pimpinan lembaga tersebut dalam waktu dekat.

Baca Juga: Istana Bicara Lokasi Prabowo Bangun Universitas Republik Indonesia

"Pak Gubernur URI nanti akan lebih menjelaskan lagi bagaimana peran dan posisinya. Tapi bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus-kampus, tidak begitu," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah sempat mengungkap rencana pembangunan 10 kampus Universitas Republik Indonesia. Namun, Brian mengatakan skema pengelolaan dan hubungan kelembagaan dari kampus-kampus tersebut masih dalam tahap pembahasan.

"Nah, itu masih dalam kajian seperti apa," katanya.

Universitas Republik Indonesia sendiri merupakan salah satu gagasan besar Presiden Prabowo dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut URI dibentuk untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang nantinya akan mengisi posisi penting di pemerintahan maupun badan usaha milik negara (BUMN).

"Kita ingin memperkuat kelembagaan pendidikan kita untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang akan mengawaki pemerintahan, baik yang di ASN, pegawai negeri, maupun di BUMN-BUMN kita," ujar Prasetyo.

Baca Juga: Profil Donny Ermawan, Gubernur Universitas Republik Indonesia yang Baru Dilantik Prabowo

Dengan demikian, URI diproyeksikan bukan sekadar institusi pendidikan baru, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul Indonesia. Meski konsepnya masih terus dimatangkan, satu hal mulai terlihat jelas: Prabowo ingin membangun wadah khusus untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia.