Selain skincare dan olahraga, Tasya juga menyoroti pentingnya istirahat. Ia mengaku memiliki pengalaman dengan kurang tidur yang membuatnya semakin menyadari bahwa kualitas tidur juga dapat menjadi bagian dari perhatian dalam menjaga kesehatan kulit.

"Dan juga istirahat yang cukup. Karena aku juga salah satu penderita kekurangan tidur ya, insomnia. Dan itu ternyata sangat mempengaruhi kesehatan kulit," ungkapnya.

Pengalaman tersebut membuat Tasya melihat pentingnya membangun kesadaran bahwa perawatan kulit tidak hanya berkaitan dengan apa yang digunakan pada kulit, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani kesehariannya.

"Kalau skincare aja tuh nggak cukup. Tapi memang longevity dan healthspan-nya itu juga penting banget," katanya.

Meski demikian, Tasya menegaskan bahwa skincare tetap memiliki peran penting dan relevan. Perbedaannya terletak pada cara seseorang memandang kebutuhan perawatan kulit, dari sekadar merespons masalah menjadi memikirkan kondisi kulit untuk jangka panjang.

"Skincare always relevant. Selalu relevan. Tapi sekarang pendekatannya bukan, kulit ini bertahan nih biar cepat nih. Tapi kayak apa yang akan aku butuhkan untuk kulit aku agar ke depannya kulit aku ini tetap baik dan ke depannya kulit aku tetap terjaga," jelasnya.

Menurut Tasya, perubahan pola pikir tersebut tidak berarti seseorang harus langsung menjalankan gaya hidup yang sempurna. Dalam keseharian, tetap ada momen ketika seseorang memilih produk karena sedang membutuhkan, tetapi belum tentu diikuti dengan pola makan, olahraga, atau waktu tidur yang ideal.

"Kayak oke aku beli ini karena lagi butuh. Tapi, makannya nggak dijaga, olahraganya berantakan, tidurnya waduh. Tapi nggak apa-apa. Kita selalu punya waktu untuk tobat," ujarnya sambil bergurau.

Baginya, yang terpenting adalah terus kembali memahami kebutuhan diri dan menjadikan setiap pengalaman sebagai kesempatan untuk belajar. Kehadiran berbagai ruang edukasi mengenai skin longevity pun dinilai dapat membantu masyarakat kembali melihat dasar-dasar perawatan diri secara lebih menyeluruh.

"Dengan adanya acara ini, kita kayak istilahnya dibalikin lagi ke core-nya. Kita balikin lagi ke core-nya, kayak riset lagi insya Allah. Kita jadi punya pembelajaran baru, jadi kita punya pemaknaan baru lagi," pungkas Tasya.

Baca Juga: Wardah Skin Longevity Clinic Hadir di Jakarta, Kenali Hubungan Lifestyle dan Kesehatan Kulit