Komposisi tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap investasi saham dalam jangka panjang, sekaligus mempertahankan sebagian dana pada instrumen pemerintah berjangka pendek.
Porsi saham diharapkan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan pasar, sedangkan obligasi pemerintah jangka pendek menyediakan komponen investasi yang berbeda dari saham.
Buffett juga menjelaskan bahwa dalam jangka panjang, strategi tersebut berpotensi memberikan hasil lebih baik dibandingkan hasil yang diperoleh banyak investor yang menggunakan manajer investasi dengan biaya tinggi.
Namun, pendekatan ini tetap memiliki risiko karena nilai investasi yang mengikuti pasar saham dapat naik dan turun.
Keyakinan Buffett terhadap investasi jangka panjang berkaitan erat dengan pandangannya mengenai prospek ekonomi Amerika Serikat. Di tengah krisis keuangan global pada 2008, ia pernah menyampaikan pesan agar investor tidak kehilangan kepercayaan terhadap perekonomian AS hanya karena tekanan ekonomi dalam jangka pendek.
“Belilah aset Amerika. Saya pun melakukannya,” tulis Buffett dalam sebuah artikel pada periode krisis tersebut.
Ia mengingatkan bahwa Amerika Serikat telah melewati berbagai tantangan besar sepanjang abad ke-20, mulai dari perang dunia, Depresi Besar, resesi, kepanikan finansial, hingga gejolak harga minyak. Menurutnya, sejarah tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian dan pasar keuangan dapat bertahan melewati berbagai krisis.
Bagi Buffett, pesan utama dari pendekatan investasi ini adalah pentingnya disiplin, biaya yang rendah, dan kesabaran. Investor tidak harus selalu aktif memperdagangkan saham atau mengejar keuntungan dalam waktu singkat untuk membangun kekayaan.
Meski demikian, strategi reksa dana indeks S&P 500 tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko masing-masing investor. Kinerja pasar saham masa lalu juga tidak menjamin hasil yang sama pada masa mendatang.
Baca Juga: Berapa Uang yang Dibawa Warren Buffett di Dompet?