Investor legendaris Warren Buffett memiliki pendekatan sederhana dalam berinvestasi: kebanyakan orang tidak perlu repot memilih saham sendiri untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang.

Alih-alih berusaha mengalahkan pasar atau menebak waktu terbaik untuk membeli dan menjual saham, Buffett menyarankan investasi pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah.

Strategi tersebut telah lama menjadi bagian dari pandangan investasi Buffett. Mantan pimpinan sekaligus CEO Berkshire Hathaway itu menilai, investor pada umumnya dapat memperoleh manfaat dari pertumbuhan pasar saham tanpa harus menerapkan strategi yang rumit atau membayar biaya pengelolaan investasi yang tinggi.

Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 2017, Buffett menegaskan rekomendasinya tersebut.

"Rekomendasi saya biasanya adalah reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah," tulis Buffett, dikutip dari The Economic Times, Jumat (16/10/2026).

Sebagai informasi, S&P 500 merupakan indeks yang melacak kinerja saham sekitar 500 perusahaan besar yang tercatat di bursa Amerika Serikat.

Melalui reksa dana indeks yang mengikuti acuan tersebut, investor dapat memperoleh eksposur ke berbagai perusahaan sekaligus tanpa perlu menentukan sendiri saham mana yang berpotensi memberikan keuntungan terbesar.

Menurut Buffett, pendekatan ini lebih masuk akal bagi kebanyakan investor dibandingkan upaya memprediksi saham yang akan berkinerja terbaik, menentukan waktu masuk dan keluar pasar, atau terus-menerus melakukan transaksi berdasarkan pergerakan harga saham.

Salah satu pertimbangan utamanya adalah biaya investasi. Biaya pengelolaan, komisi, dan berbagai pungutan lainnya dapat mengurangi hasil investasi, terutama jika berlangsung selama bertahun-tahun. Sementara itu, strategi yang lebih aktif tidak selalu menghasilkan kinerja lebih baik setelah seluruh biaya diperhitungkan.

Dalam percakapan dengan penulis Tim Ferriss pada rapat umum pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway 2008, Buffett menjelaskan bahwa investasi tidak harus menyita banyak waktu dan perhatian.

Ia menggambarkan pendekatan tersebut sebagai cara untuk berinvestasi, kemudian ‘melupakannya dan kembali bekerja’.

Buffett juga mengkritik pihak-pihak yang menawarkan jasa pengelolaan investasi dengan janji memberikan hasil lebih baik, tetapi membebankan biaya atau komisi kepada nasabah.

“Anda tidak akan mendapatkan saran seperti itu dari siapa pun karena tidak ada orang yang dibayar untuk memberikan saran tersebut,” tutur Buffett.

Ia menambahkan, ‘Akan ada banyak pihak yang mengatakan bahwa mereka bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik untuk Anda, dengan meminta biaya pengelolaan (wrap fee), komisi, atau bentuk imbalan lainnya, tetapi kenyataannya, mereka tidak akan memberikan hasil yang lebih baik”.

Pandangan tersebut bukan sekadar saran yang ditujukan kepada investor pada umumnya. Buffett juga telah memberikan instruksi mengenai bagaimana kekayaan yang kelak diwariskan kepada istrinya sebaiknya dikelola.

Dalam surat kepada para pemegang saham, Buffett menyampaikan arahan agar pengelola dana warisannya menerapkan strategi yang sederhana, dengan sebagian besar dana ditempatkan pada reksa dana indeks saham dan sisanya pada obligasi pemerintah jangka pendek.

“Alokasikan 10 persen dari dana tunai ke dalam obligasi pemerintah jangka pendek, dan 90 persen ke dalam reksa dana indeks S&P 500 dengan biaya sangat rendah,” tulis Buffett.

Baca Juga: Warren Buffett Kembali Masuk 10 Besar, Ini Daftar Orang Terkaya Dunia Oktober 2026

Komposisi tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap investasi saham dalam jangka panjang, sekaligus mempertahankan sebagian dana pada instrumen pemerintah berjangka pendek.

Porsi saham diharapkan memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan pasar, sedangkan obligasi pemerintah jangka pendek menyediakan komponen investasi yang berbeda dari saham.

Buffett juga menjelaskan bahwa dalam jangka panjang, strategi tersebut berpotensi memberikan hasil lebih baik dibandingkan hasil yang diperoleh banyak investor yang menggunakan manajer investasi dengan biaya tinggi.

Namun, pendekatan ini tetap memiliki risiko karena nilai investasi yang mengikuti pasar saham dapat naik dan turun.

Keyakinan Buffett terhadap investasi jangka panjang berkaitan erat dengan pandangannya mengenai prospek ekonomi Amerika Serikat. Di tengah krisis keuangan global pada 2008, ia pernah menyampaikan pesan agar investor tidak kehilangan kepercayaan terhadap perekonomian AS hanya karena tekanan ekonomi dalam jangka pendek.

“Belilah aset Amerika. Saya pun melakukannya,” tulis Buffett dalam sebuah artikel pada periode krisis tersebut.

Ia mengingatkan bahwa Amerika Serikat telah melewati berbagai tantangan besar sepanjang abad ke-20, mulai dari perang dunia, Depresi Besar, resesi, kepanikan finansial, hingga gejolak harga minyak. Menurutnya, sejarah tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian dan pasar keuangan dapat bertahan melewati berbagai krisis.

Bagi Buffett, pesan utama dari pendekatan investasi ini adalah pentingnya disiplin, biaya yang rendah, dan kesabaran. Investor tidak harus selalu aktif memperdagangkan saham atau mengejar keuntungan dalam waktu singkat untuk membangun kekayaan.

Meski demikian, strategi reksa dana indeks S&P 500 tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko masing-masing investor. Kinerja pasar saham masa lalu juga tidak menjamin hasil yang sama pada masa mendatang.

Baca Juga: Berapa Uang yang Dibawa Warren Buffett di Dompet?