Ada pula kandungan yang ditujukan untuk membantu menenangkan kulit. Hal tersebut menurutnya dapat menjadi pertimbangan, terutama bagi orang yang kulitnya mudah mengalami kemerahan atau terasa sensitif setelah terpapar berbagai faktor dari lingkungan.

“Misalkan, kulitnya mungkin gampang merah dan lain-lain, ada zat aktif tersebut sehingga lebih menenangkan kulit, terutama yang gampang kemerahan,” lanjutnya.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang selama ini hanya menggunakan sunscreen konvensional dan baru mengetahui pentingnya perlindungan terhadap UV sekaligus panas? Apakah semuanya sudah terlambat jika baru mulai memperhatikan hal tersebut di usia 30-an? Menurut dr. Ayman, tidak ada kata terlambat.

“Kalau baru sekarang itu terlambat nggak sih? Nggak ada kata terlambat. Daripada nanti mungkin baru ngeh sekarang, karena udah ngeh ya udah mulai dari sekarang, biar proses penuaannya bisa lebih terlambat lagi,” imbuhnya.

Ia menilai, kesadaran untuk mulai melindungi kulit tetap memberikan manfaat, berapa pun usia seseorang saat mulai membangun kebiasaan tersebut. Justru, semakin cepat seseorang menyadari pentingnya perlindungan kulit, semakin baik untuk kebiasaan jangka panjang.

“Jadi nggak bisa dibilang, ‘Oh yaudah, udah terlanjur.’ Karena sekarang udah sadar, nggak ada kata terlambat,” kata dr. Ayman.

dr. Ayman juga bilang, kondisi kulit seseorang di masa depan tetap akan dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan sejak sekarang.

Karena itu, daripada menganggap paparan sebelumnya sebagai sesuatu yang tidak bisa diperbaiki, lebih baik mulai membangun kebiasaan perlindungan kulit secara konsisten.

“Kan nanti pasti beda. Umurnya sekarang, tambah 20 tahun lagi pasti kulitnya sudah beda. Jadi mulai dari sekarang, jangan sampai nanti kehidupannya tambah parah lagi,” tuturnya.

Lebih jauh, dr. Ayman menjelaskan bahwa keberadaan PDRN dalam sunscreen sebaiknya dilihat sebagai salah satu bagian dari keseluruhan formulasi, bukan sebagai satu-satunya alasan untuk memilih sebuah produk.

Manfaat yang diberikan tetap bergantung pada kombinasi berbagai kandungan aktif di dalamnya.

Dalam konteks sunscreen, fungsi utama tetap berkaitan dengan perlindungan terhadap paparan sinar UV. Sementara kandungan seperti PDRN, antioksidan, maupun bahan yang membantu menenangkan kulit dapat menjadi pelengkap untuk mendukung kondisi kulit secara keseluruhan.

Secara sederhana, dr. Ayman juga menjelaskan PDRN sebagai materi yang berkaitan dengan DNA. Sementara, pada produk yang menggunakan istilah vegan PDRN, sumber bahan tersebut berasal dari tumbuhan, berbeda dengan PDRN yang secara umum dikenal berasal dari sumber hewani.

“Gampangnya, PDRN itu sebenarnya materi genetik atau DNA sesuatu. Kalau vegan berarti misalnya dari tumbuh-tumbuhan. Yang banyak di luar sana pakai salmon, berarti itu DNA dari hewan. DNA dari tumbuh-tumbuhan,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Cuma SPF, Ini yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Sunscreen Menurut Ricky Skinoppa