Selain itu, lanjut dr. Giovanni, paparan debu, polusi, serta kebiasaan menunda membersihkan tubuh setelah beraktivitas juga dapat mempercepat kerusakan lapisan pelindung kulit. Bahkan, faktor psikologis seperti stres turut berpengaruh terhadap kesehatan kulit.

"Sering kali saat stres kita tidak sadar menggaruk kulit. Kebiasaan sederhana seperti itu ternyata juga bisa merusak skin barrier. Karena itu, menjaga kesehatan kulit bukan hanya soal skincare, tetapi juga soal gaya hidup," ujarnya.

Karenanya, untuk menjaga skin barrier tetap sehat, dr. Giovanni menyarankan penggunaan produk perawatan yang lembut (gentle), menghindari penggunaan bahan aktif berkonsentrasi tinggi secara berlebihan, serta menjaga kelembapan kulit secara konsisten.

Apabila skin barrier sudah terlanjur terganggu dan kulit terasa sangat kering atau gatal, dr. Giovanni pun menyarankan penggunaan produk berbentuk balm atau ointment karena mampu mengunci kelembapan kulit lebih optimal dibandingkan pelembap biasa.

"Kalau kondisinya sudah sangat kering dan gatal, saya biasanya menyarankan bukan sekadar moisturizer atau body lotion, tetapi menggunakan balm atau ointment karena lebih efektif mengunci kelembapan sehingga penguapan air dari kulit bisa dikurangi," jelasnya.

Dalam memilih produk, dr. Giovanni juga menyoroti pentingnya kandungan yang tidak hanya melembapkan, tetapi juga membantu menenangkan kulit. Salah satu bahan yang menurutnya telah memiliki banyak bukti ilmiah adalah oat.

"Oat tidak hanya membantu melembapkan kulit. Banyak penelitian menunjukkan bahwa oat juga memiliki efek antiinflamasi, membantu memperbaiki skin barrier, menjaga hidrasi kulit, dan membantu mengurangi keparahan kulit yang sangat kering maupun sensitif bila diformulasikan dengan tepat," ungkapnya.

Dan, menjelang World Skin Health Day yang diperingati setiap 8 Juli, dr. Giovanni pun kembali mengingatkan bahwa kulit yang sehat merupakan fondasi utama.Menurutnya, tampilan kulit yang glowing akan mengikuti apabila kesehatan kulit telah terjaga dengan baik.

"Fokuslah pada kesehatan kulit terlebih dahulu. Jaga skin barrier, hindari kebiasaan yang bisa merusaknya, dan gunakan produk yang dapat membantu menenangkan kulit. Kalau kulit sudah sehat, glowing itu akan menjadi bonusnya," pungkas dr. Giovanni.

Baca Juga: Maudy Ayunda: Merawat Kulit Sensitif Berawal dari Mendengarkan Apa yang Dibutuhkan Kulit