Nama Melva Pardede sedang menjadi perbincangan masyarakat pengguna media sosial dalam satu dua hari belakangan setelah yang bersangkutan mengaku sebagai seorang driver ojek online saat diwawancara satu stasiun televisi nasional. 

Dalam wawancara tersebut perempuan paruh baya itu mengenakan atribut salah satu ojek daring. Sementara orang-orang disekitarnya juga tampak mengenakan atribut yang sama.

Baca Juga: Video Unjuk Rasa Berseliweran, Benarkah Demonstrasi Besar Sudah Terjadi di Mana-mana?

Melva dalam wawancara itu juga melontarkan pernyataan yang oleh banyak pihak dinilai sebagai upaya adu domba. Dia mengkritik keras Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang memilih pulang terlebih dahulu setelah menyampaikan aspirasinya. 

“Kami warga Jakarta merasa diberakin oleh kalian. Kalian main pulang saja setelah dari dalam. Kalian sudah cair kalian pulang,” tuduhnya.

Setelah video wawancara itu viral di media sosial, banyak pihak yang justru mengungkap latar belakang Melva, ia disebut-sebut bukan Ojol, tetapi aktivis bahkan ia sempat menjadi tim sukses pasangan calon kepala daerah dan terafiliasi dengan partai politik tertentu. 

Tak hanya itu, di media sosial juga muncul foto-foto yang menampilkan Melva mengenakan atribut PDI Perjuangan. 

Setelah video tersebut beredar luas, muncul kabar yang menyebut Melva Pardede merupakan salah satu kader PDI Perjuangan ia disebut menjadi kader partai politik berlambang Kepala Banteng tersebut. 

Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli.  Ia menyebut informasi yang mengaitkan Melva Pardede sebagai kader PDI Perjuangan merupakan hoaks.

Ia juga membeberkan sejumlah alasan untuk membantah kabar tersebut. Ia menyebut foto Melva yang mengenakan atribut PDI Perjuangan merupakan hasil kreasi artificial intelligence (AI).

Ia  kemudian memaparkan sejumlah poin yang menurutnya menjadi bukti bahwa foto tersebut merupakan hasil AI dan Melva Pardede bukan kader PDI Perjuangan.

“Simak penjelasan berikut: Foto itu adalah hoax, hasil kreasi AI. Kemeja PDI Perjuangan tidak pernah pakai logo bertuliskan PDIP, tapi PDI Perjuangan. Hasil penelusuran, foto berpakaian merah dia tidak ada di Google Lens. Tidak benar dia kader PDI Perjuangan, tidak punya KTA PDI Perjuangan dan tidak terdaftar sebagai kader resmi PDI Perjuangan,” ujarnya. 

Ia juga membantah kabar yang menyebut Melva adalah simpatisan sekaligus tim sukses Pramono Anung - Rano Karno pada Pilkada Jakarta 2025

Baca Juga: Unjuk Rasa 27 Agustus, Mas Botok Cs Dapat Peringatan Keras dari PDI-P, Geng Solo dan Agenda Pelengseran Prabowo Jadi Sorotan!

“Tidak benar dia relawan resmi Pram-Doel, kalau simpatisan bisa jadi iya. Bahkan dia pernah mengkritik keras Pramono Anung 2025. Tidak benar dia My Esti. My Esti bukan orang Batak, beliau lebih glowing dan smart dari Melva Pardede,” ucapnya. 

“Melva Pardede hanyalah orang yang sering ikut demo di mana-mana, kadang mengaku diri sebagai perwakilan komunitas ojol dan lain-lain untuk sering muncul di depan kamera,” pungkasnya.