Sennheiser Group melaporkan pendapatan sebesar €463,1 juta pada tahun fiskal 2025. Di tengah kondisi yang ditandai oleh volatilitas ekonomi global yang berkelanjutan, Sennheiser terus menjalankan berbagai inisiatif strategis utama serta mempertahankan investasi jangka panjangnya dalam penelitian dan pengembangan.
Selain itu, pada tahun 2025, Spectera–ekosistem wireless broadband bidirectional pertama di dunia memasuki tahap pengiriman kepada pelanggan. Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) tercatat sebesar €19,4 juta.
“Secara keseluruhan, Sennheiser Group mencatat penurunan pendapatan yang moderat sebesar 5,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan kemampuan untuk tetap responsif, terus mendorong berbagai proyek strategis utama, serta menjaga kedekatan dengan pelanggan menjadi semakin penting bagi kami. Kami dapat mewujudkannya berkat arah strategi yang jelas dan komitmen tim kami di seluruh dunia—yang sekaligus menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan di masa depan," ujar Daniel Sennheiser, Chairman of the Board of Directors Sennheiser Group, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Lebih lanjit dijelaskan, wilayah EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) kembali menjadi pasar terbesar berdasarkan pendapatan dengan kontribusi sebesar €215,8 juta. Pasar domestik Jerman mencatat penurunan sebesar 11,8 persen, terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan akibat kondisi ekonomi secara keseluruhan yang masih lesu. Di wilayah AMERICAS, pendapatan menurun 5,2 persen menjadi €142,6 juta. Sementara itu, wilayah APAC mencatat pendapatan sebesar €104,7 juta, turun 4,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. India kembali menunjukkan kinerja yang positif dan terus membuktikan posisinya sebagai salah satu pasar pertumbuhan yang penting di kawasan tersebut.
Pada tahun 2025, selain dimulainya pengiriman Spectera, berbagai produk baru lainnya seperti mikrofon stereo shotgun MKH 8018 serta pengembangan pada platform EW-DX turut memperluas portofolio produk Sennheiser. Melalui TeamConnect Ceiling Medium Ceiling Tile, Sennheiser juga melengkapi rangkaian produknya untuk mendukung kebutuhan lingkungan rapat hybrid. Kemitraan strategis serta solusi sistem yang independen terhadap platform turut memperluas berbagai kemungkinan penerapan produk Sennheiser di seluruh dunia.
Neumann menghadirkan terobosan baru dalam bidang produksi audio imersif: melalui RIME (Reference Immersive Monitoring Environment), Neumann menawarkan sebuah plug-in untuk kebutuhan monitoring dan mixing imersif dalam format multichannel seperti Dolby Atmos melalui headphone. Sementara itu, VIS (Virtual Immersive Studio) membuka berbagai kemungkinan baru untuk alur kerja mixing spasial dalam lingkungan augmented reality (AR). Solusi ini dirancang untuk Apple Vision Pro dan memungkinkan kontrol yang intuitif, termasuk untuk Logic Pro di perangkat Mac.
Sennheiser Mobility berkembang menjadi salah satu area bisnis yang sangat dinamis pada tahun 2025. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan mencakup perluasan portofolio pelanggan serta keberhasilan peluncuran berbagai produk. Beberapa pencapaian penting antara lain peluncuran global Sennheiser Signature Sound System dengan pemrosesan sinyal berbasis AMBEO pada model smart #5 Premium dan #5 BRABUS, peluncuran berkelanjutan smart #1 di berbagai pasar, pengenalan Morgan Supersport, serta kemitraan dengan CUPRA. Selain itu, bisnis lisensi (licensing business) juga berkontribusi menghasilkan pendapatan tambahan.
“Kami tidak memperkirakan bahwa lingkungan ekonomi dan geopolitik akan menjadi lebih mudah dalam jangka pendek. Hal ini menjadikan kemampuan untuk tetap tangguh dan mengambil langkah dengan pandangan yang jelas ke depan semakin penting. Sebagai perusahaan keluarga independen, kami dapat mengambil keputusan dengan perspektif jangka panjang—sehingga dapat memperkuat keberlanjutan dan daya tahan perusahaan di masa depan," tandas Daniel Sennheiser.