Layanan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) RSIA Bunda Jakarta terus dikembangkan sejak rumah sakit tersebut berdiri 53 tahun yang lalu. Fondasi ini telah dibangun sejak lebih dari dua dekade lalu oleh oleh (alm.) DR. Risma Kerina Kaban, Sp.A(K) yang membentuk tim NICU yang solid dan berdedikasi.
Pengembangan tersebut kini dilanjutkan oleh dr. R. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A, Subsp. Neo (K), yang juga menjabat sebagai Ketua UKK Neonatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Di bawah kepemimpinannya, NICU RSIA Bunda Jakarta telah berkembang pesat, terutama dalam tiga tahun terakhir melalui penerapan Family Integrated Care (FICare) dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas komprehensif lainnya. Saat ini, NICU RSIA Bunda Jakarta telah menjadi pusat rujukan nasional.
Baca Juga: HIPEC Hadir di Primaya Hospital Kelapa Gading
Pendekatan ini mengubah sistem perawatan secara mendasar. Orang tua tidak lagi sekadar pengamat, tetapi menjadi bagian penting dalam proses perawatan. Para orang tua dilibatkan sejak awal, dibekali edukasi, dan didampingi secara intensif sehingga mampu berperan aktif dalam perawatan bayinya.
“Bagi kami, NICU bukan hanya tentang menyelamatkan kehidupan, tetapi juga mempersiapkan kehidupan setelahnya,” ujar dr. Adhi di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Optimalisasi ASI Ibu sebagai Pilar Utama Perawatan
Salah satu keunggulan NICU RSIA Bunda Jakarta adalah tingginya keberhasilan pemberian ASI dari ibu kandung (mother’s own milk/MOM) pada bayi prematur dan berat lahir rendah, yang umumnya menjadi tantangan di banyak fasilitas kesehatan. Penerapan metode Kangaroo Mother Care (KMC) sejak dini, dengan keterlibatan aktif ibu, ayah, dan keluarga, membantu peningkatan produksi ASI.
ASI tidak hanya menjadi sumber nutrisi utama, tetapi juga memberikan perlindungan imun yang penting. Selain itu, ASI memiliki karakteristik yang sesuai dengan usia kehamilan (gestational-related). Pada bayi prematur, komposisi ASI ibu secara alami paling sesuai dengan kebutuhan spesifik bayi, baik dari sisi nutrisi maupun faktor protektif. Lebih dari sekadar nutrisi, ASI juga berperan penting dalam meningkatkan imunitas bayi.
Sistem Terintegrasi dan Hadirnya Neurodevelopment Center
Keberhasilan ini didukung oleh sistem yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga edukasi keluarga yang dilakukan secara intensif, menyeluruh, dan berkelanjutan sejak awal perawatan. Seluruh proses dijalankan dengan pengendalian infeksi yang ketat, mengingat tingginya kerentanan bayi. Hasilnya, angka infeksi di NICU dapat ditekan sangat rendah. Dalam 10 hingga 15 tahun terakhir, NICU RSIA Bunda Jakarta dilaporkan tidak menangani kasus sepsis pada bayi, yang menjadi salah satu indikator penting mutu layanan NICU.
Tidak hanya itu, RSIA Bunda Jakarta juga menghadirkan Neuro Development Center sebagai layanan terpadu untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan anak. Pusat layanan ini dijalankan melalui koordinasi multidisiplin, dengan Dr. dr. Achmad Rafli yang akan menjadi ketua, didukung oleh tim spesialis dan penasihat.
Konsep utama yang diusung adalah integrasi layanan sejak masa kehamilan hingga pascakelahiran. Program seperti Maternity Academia serta praktik Kangaroo Mother Care (KMC) juga menjadi bagian dari stimulasi awal perkembangan sensorik bayi, sejalan dengan pendekatan neurodevelopment.
Selain itu, para perawat di RSIA Bunda Jakarta tidak hanya menjalankan fungsi klinis, tetapi juga mendampingi dan membimbing orang tua dalam perawatan bayi secara langsung. Melalui edukasi, pendampingan emosional, dan keterlibatan sehari-hari, tim perawat membantu membangun kepercayaan diri orang tua sejak awal proses perawatan di NICU.
Hubungan yang erat antara tim medis dan orang tua menjadi kunci utama. Melalui komunikasi yang hangat dan empatik, orang tua tidak hanya memperoleh pemahaman, tetapi juga dukungan emosional untuk mendampingi perjalanan anak sejak awal kehidupan. Dalam implementasi Family Integrated Care (FICare), NICU RSIA Bunda Jakarta mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu:
- Clinical Excellence — perawatan intensif berbasis standar medis tinggi;
- Parent Integration — keterlibatan aktif orang tua dalam proses perawatan;
- Developmental Focus — dukungan tumbuh kembang sejak dini.
"Sebagai bagian dari PT Bundamedik Tbk (BMHS), RSIA Bunda Jakarta juga terus memperkuat penyelarasan visi antar tim serta mengembangkan layanan ini ke berbagai unit dan cabang sebagai bagian dari komitmen menghadirkan standar perawatan yang konsisten. RSIA Bunda Jakarta meyakini bahwa awal kehidupan yang kuat dibangun bersama. Karena NICU bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi tentang memulai kehidupan dengan lebih utuh," tutup dr. Adhi.