Karena itu, menjadi pemimpin bukan hanya soal bagaimana seseorang mampu bertahan, tetapi juga bagaimana ia menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi orang lain.

“Karena saya percaya bahwa hal yang positif itu juga bisa menular kok, bukan cuma hal yang negatif bisa menular,” katanya.

Bagi Ria, ketangguhan perempuan juga tidak berhenti pada kemampuan menghadapi tantangan profesional. Perempuan memiliki kesempatan yang luas untuk terus belajar dan mengembangkan diri, terlepas dari usia.

Ria menuturkan, tidak ada batasan usia bagi perempuan untuk menambah pengetahuan, memperluas pengalaman, maupun meningkatkan kemampuan.

Namun, di tengah perjalanan tersebut, perempuan juga tidak seharusnya melupakan berbagai peran yang dapat dijalankannya dalam kehidupan personal.

“Tidak ada batasan usia perempuan untuk belajar,” tegas Ria.

Ria pun menilai, perempuan memiliki kekuatan untuk menjalankan berbagai fungsi sekaligus, termasuk menjadi sosok yang memberikan dukungan dan keseimbangan bagi keluarga serta orang-orang terdekat.

“Tetapi juga jangan lupakan bahwa kita adalah perempuan yang punya kekuatan untuk berfungsi secara ganda. Bisa menjadi penopang dan pembalans, memberikan keseimbangan kepada keluarga dan orang-orang tercinta di sekitar kita,” pungkasnya.

Baca Juga: Benarkah Leader Perempuan Lebih Emosional Ketimbang Pemimpin Laki-laki?