Menjadi perempuan pemimpin tau leader bukan hanya tentang kemampuan mengambil keputusan dan menjalankan tanggung jawab, tetapi juga tentang ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja.
Menurut Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia, Ria Lirungan, perempuan perlu memiliki karakter kuat agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tekanan maupun hambatan dalam perjalanan karier.
Ria menilai, setiap perempuan pada dasarnya memiliki pilihan dalam menjalani kehidupan dan karier.
Namun, ketika berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk memilih, seorang perempuan tetap perlu memiliki kekuatan untuk bertahan dan berusaha mengubah keadaan di sekitarnya menjadi lebih baik.
“Menurut saya kita punya pilihan, tetapi ketika keadaan membuat kita tidak bisa memilih, kita juga tidak boleh menjadi pribadi yang lemah dan lembek, yang harus menyerah,” beber Ria, saat ditemui Olenka, di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Ria, menghadapi lingkungan kerja yang penuh tantangan bukan berarti seseorang harus selalu menerima keadaan begitu saja.
Sebaliknya, perempuan dapat berupaya menjadi sosok yang membawa perubahan positif, bahkan ketika kondisi di sekitarnya belum ideal.
“Kita harus mencoba, barangkali saja kita bisa menjadi pribadi yang cukup kuat untuk bisa mengubah lingkungan kerja kita itu menjadi positif,” lanjutnya.
Ria juga percaya bahwa energi positif yang dibangun seseorang dapat memberikan pengaruh kepada orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga: Profil Ria Lirungan, Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia
Karena itu, menjadi pemimpin bukan hanya soal bagaimana seseorang mampu bertahan, tetapi juga bagaimana ia menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi orang lain.
“Karena saya percaya bahwa hal yang positif itu juga bisa menular kok, bukan cuma hal yang negatif bisa menular,” katanya.
Bagi Ria, ketangguhan perempuan juga tidak berhenti pada kemampuan menghadapi tantangan profesional. Perempuan memiliki kesempatan yang luas untuk terus belajar dan mengembangkan diri, terlepas dari usia.
Ria menuturkan, tidak ada batasan usia bagi perempuan untuk menambah pengetahuan, memperluas pengalaman, maupun meningkatkan kemampuan.
Namun, di tengah perjalanan tersebut, perempuan juga tidak seharusnya melupakan berbagai peran yang dapat dijalankannya dalam kehidupan personal.
“Tidak ada batasan usia perempuan untuk belajar,” tegas Ria.
Ria pun menilai, perempuan memiliki kekuatan untuk menjalankan berbagai fungsi sekaligus, termasuk menjadi sosok yang memberikan dukungan dan keseimbangan bagi keluarga serta orang-orang terdekat.
“Tetapi juga jangan lupakan bahwa kita adalah perempuan yang punya kekuatan untuk berfungsi secara ganda. Bisa menjadi penopang dan pembalans, memberikan keseimbangan kepada keluarga dan orang-orang tercinta di sekitar kita,” pungkasnya.
Baca Juga: Benarkah Leader Perempuan Lebih Emosional Ketimbang Pemimpin Laki-laki?