Keputusan Rocky Gerung menerima tawaran masuk istana sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengejutkan publik Tanah Air, pakar politik yang dikenal ceplas-ceplos itu dianggap sedang melakukan blunder fatal dalam perjalanan kariernya.
Sesaat setelah menerima tawaran itu, Rocky dihujani kritik pedas yang datang dari segala arah, di media sosial publik tidak hanya mengkritiknya, namun banyak juga yang mengeluarkan pernyataan yang cenderung menghina.
Baca Juga: Rocky Gerung Curiga Survei Kinerja Gibran Tertinggi
Rocky yang dianggap sebagai salah satu figur yang kerap mengeritik kebijakan pemerintah dianggap telah kehilangan taji, ia tumpul setelah berada di dalam lingkar kekuasaan. Pikiran-pikiran kritisnya dianggap bisa dibeli dengan gaji menggiurkan dari jabatan Wantimpres.
Kendati dikebuk dari berbagai arah, namun keputusan Rocky gabung Wantimpres juga dimaklumi beberapa pihak yang menganggap itu adalah keputusan rasional. Tak ada yang salah dengan itu.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham menjadi salah satu dari sejumlah tokoh publik yang membela Rocky Gerung. Menurutnya meski Rocky menjadi bagian dari pemerintah namun pikiran kritisnya tidak bakal tergadaikan. Dengan masuk ke lingkar kekuasaan Rocky bisa mengeritik pemerintah dari dekat.
"Yang tentu kita tidak inginkan adalah ketika ada di dalam, daya kritisnya tidak ada lagi atau hilang," kata Idrus kepada awak media.
Dengan berada di dalam lingkaran kekuasaan gagasan dan kritik Rokcy bakal lebih diterima pemerintah sebagai bahan evaluasi.
"Betapapun cerdasnya orang kalau tidak punya jabatan itu belum tentu diikuti. Ada banyak orang yang sebenarnya tidak punya konsep tetapi karena punya jabatan itu pun dihormati," ujarnya.
Karena itu, ia melihat apa yang dilakukan Rocky adalah strategi baru: bagaimana peran fungsional sebagai pengkritik bisa berjalan efektif melalui peran struktural.
"Kalau ada di dalam, maka tentu peluang untuk ketemu, untuk berkomunikasi dengan pusat kekuasaan itu sangat-sangat memiliki peluang yang lebih besar dan frekuensi yang lebih besar," jelasnya.
"Saya kira kita dukung sepenuhnya. Bagaimana kritikan dan masukannya bisa berjalan efektif," tambahnya.
Tak hanya Idrus, pembelaan juga datang dari
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi yang selama ini kerap berbeda pandangan dengan Rocky Gerung bahkan sering terlibat debat sengit. Dia mengatakan tidak ada yang salah dengan pilihan Rocky yang menerima jabaan Wantimpres.
“Apa masalahnya ketika Rocky Gerung diangkat sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden?” kata Teddy Gak ada masalahkan? Lalu kenapa dipermasalahkan?” ujarnya.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko juga pasang badan membela Rocky Gerung. Dengan menerima tawaran masuk istana, Rocky sedang membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membentuk arah pemikiran sebuah bangsa.
"Abraham Lincoln pernah berkata-kata seperti ini, filsafat hidup yang diajarkan di ruang-ruang kelas sebuah generasi akan jadi filsafatnya pemerintahan yang akan datang," ujarnya.
Menurut Budiman, gagasan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan cara berpikir yang ditanamkan kepada generasi muda pada akhirnya dapat memengaruhi karakter kepemimpinan dan pemerintahan di masa depan.
"Karena itu, tiap-tiap pemimpin yang paham tugas-tugas sejarahnya mengangkat para filosof sebagai penasihatnya," tegasnya.
Ia bahkan mengatakan bahwa seorang filosof idealnya dapat mengambil peran langsung dalam kepemimpinan.
"Bahkan, filosof itu sendiri harus jadi pemimpin. Atau, setidaknya, pemimpin harus punya kapasitas sebagai seorang filosof," imbuhnya.
Berkaca pada pemerintahan saat ini, Budiman menyebut Presiden Prabowo sedang menjalankan salah satu gagasan tersebut.
"Pak Prabowo sedang mengerjakan salah satunya," pungkasnya.