Filosofi di Balik Aturan Ini
Bezos tidak ingin Amazon menjadi perusahaan raksasa yang lamban karena birokrasi. Ia membangun perusahaan sebagai kumpulan tim kecil yang otonom, masing-masing fokus pada masalah tertentu.
Pendekatan ini memungkinkan eksperimen cepat, inovasi berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi saat teknologi dan pasar berubah.
Prinsipnya sederhana, lebih baik memberdayakan sedikit orang secara mendalam daripada melibatkan banyak orang secara dangkal.
Pelajaran bagi Para Pemimpin
Aturan dua pizza masih relevan bagi organisasi mana pun saat ini. Para pemimpin dapat memulainya dengan pertanyaan sederhana, apakah tim yang ada sudah terlalu besar untuk bekerja secara efektif?
Jika jawabannya iya, tim dapat dipecah menjadi sub-tim yang lebih kecil dengan tujuan dan tanggung jawab yang jelas sehingga komunikasi menjadi lebih lancar, keterlibatan anggota meningkat, kepercayaan antar anggota tumbuh, keputusan dapat diambil lebih cepat, dan produktivitas pun ikut meningkat.
Memang, restrukturisasi tim sering kali memerlukan masa penyesuaian di awal, tetapi dalam jangka panjang, peningkatan kecepatan kerja dan semangat tim biasanya jauh lebih besar dibanding tantangan yang muncul di awal perubahan.
Nah Growthmates, aturan dua pizza mungkin terdengar sederhana, bahkan sepele. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan prinsip manajemen yang kuat, yaitu tim kecil menghasilkan kerja besar.
Dan jika prinsip sederhana ini membantu Amazon tumbuh dari startup kecil menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia, mungkin sudah saatnya aturan dua pizza dicoba di tempat kerja Anda juga.
Baca Juga: 3 Pilar Kepemimpinan Sehat ala CEO Amazon Andy Jassy