Growthmates, selama lebih dari empat dekade, ada satu benda yang nyaris selalu menemani Warren Buffett dalam kesehariannya, yakni sebuah jam tangan Rolex Day-Date berbahan emas kuning 18 karat. Di tengah statusnya sebagai salah satu miliarder paling dikenal di dunia, Buffett justru memilih mempertahankan jam tangan yang sama sejak awal 1980-an.

Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari gaya hidup Buffett yang dikenal sederhana dan jauh dari kesan gemerlap. Bahkan setelah kekayaannya mencapai miliaran dolar pada 1986, ia tetap mempertahankan sejumlah pilihan hidup yang sama selama bertahun-tahun.

Buffett masih tinggal di rumah yang dibelinya di Omaha, Nebraska, pada 1958 dengan harga US$31.500. Ia juga dikenal menggunakan Cadillac keluaran 2006 selama bertahun-tahun. Konsistensi tersebut tampaknya berlaku pula untuk benda yang dikenakannya setiap hari.

Jam tangan yang dipilih Buffett adalah Rolex Day-Date emas kuning 18 karat, model yang kerap dijuluki 'President'. Menurut Luxury Launches, jam tangan tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar US$40.000.

Julukan ‘President’ melekat pada model ini setelah sejumlah mantan presiden Amerika Serikat, termasuk Lyndon B. Johnson dan Gerald Ford, pernah terlihat mengenakannya.

Meski bernilai tinggi, Buffett tidak menunjukkan kecenderungan untuk berganti jam tangan mengikuti tren. Ia bahkan jarang terlihat tanpa Rolex tersebut.

Jam tangannya memiliki dial berwarna perak, fluted bezel, dan kaca kristal safir. Sementara itu, generasi spesifik dari model yang dikenakannya tidak pernah dikonfirmasi kepada publik.

Bob’s Watches memperkirakan jam tangan Buffett berasal dari generasi lama dengan nomor referensi lima digit, kemungkinan Ref. 18038 atau 18238. Dengan demikian, jam tersebut bukan sekadar aksesori, tetapi telah menjadi bagian dari penampilan Buffett selama puluhan tahun.

Baca Juga: Bukan Cuma Soal Suksesi, Ini 7 Pelajaran Kepemimpinan dari Warren Buffett

Menariknya, meski Buffett dikenal memiliki kebiasaan berinvestasi pada perusahaan yang produknya ia gunakan dan percayai, ia tidak pernah berinvestasi di Rolex. Ia bahkan pernah mencoba membeli Rolex, tetapi pihak yayasan yang menaunginya menolak tawaran tersebut secara sopan.

Bagi Grant McCracken, pendiri sekaligus CEO Culturematic, pilihan Buffett untuk terus mengenakan jam yang sama memiliki makna yang lebih jauh daripada sekadar soal berhemat.

Dalam wawancaranya dengan Inc., McCracken menilai konsistensi tersebut mencerminkan sosok Buffett yang “sepenuhnya berfokus pada tujuan, tanpa teralihkan oleh perubahan tren mode atau pemikiran yang tidak substansial.”

Cara Buffett memperlakukan benda yang ia gunakan sehari-hari juga sejalan dengan filosofi investasinya: memilih sesuatu yang berkualitas, berguna, dan mampu bertahan dalam jangka panjang. Alih-alih terus mengejar sesuatu yang baru, ia mempertahankan apa yang telah terbukti dapat diandalkan.

Filosofi tersebut terasa semakin relevan ketika Buffett mengakhiri lebih dari lima dekade kepemimpinannya di Berkshire Hathaway. Pergantian kepemimpinan bukan semata-mata soal meninggalkan posisi, tetapi juga bagian dari upaya memastikan perusahaan dapat terus berjalan dalam jangka panjang.

Dalam pernyataan resminya, Buffett menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan Berkshire Hathaway sekaligus mengakui bahwa waktu pada akhirnya membuat perubahan tidak terhindarkan.

“Waktu selalu menang,” ujar Buffett. “Namun, waktu telah bermurah hati kepada saya. Waktu telah memberi saya kesempatan untuk menyaksikan Berkshire mencapai titik di mana saya merasa lebih yakin dari sebelumnya mengenai masa depan perusahaan,” tuturnya.

Seperti halnya jam tangan yang tetap berada di pergelangan tangannya selama sekitar 40 tahun, pilihan Buffett menunjukkan satu hal sederhana, yaitu bagi dirinya, nilai sebuah benda tidak selalu ditentukan oleh seberapa baru atau mewah sesuatu tersebut, tetapi oleh seberapa lama benda itu mampu menjalankan fungsinya dan tetap relevan dalam kehidupan.

Baca Juga: Warren Buffett Tolak Bangun Dinasti Kekayaan, Ini yang Akan Terjadi pada Hartanya