Menjelang Lebaran, aktivitas belanja masyarakat di berbagai pusat perbelanjaan semakin meningkat. Beragam promo dan potongan harga yang menggiurkan membuat konsumen berbondong-bondong meraih keuntungan, tidak sedikit orang tua yang terlena sehingga kurang memperhatikan keberadaan dan keselamatan anak.
Berbelanja secara langsung di toko membuat masyarakat dapat merasakan produk untuk memeriksa kualitas bahan, ketepatan warna, hingga kenyamanan saat digunakan.
Namun di tengah kesibukan memilih barang dan antrean yang panjang, orang tua masih kerap lalai menjalankan perannya dalam mengawasi anak saat membawa ke pusat perbelanjaan. Beberapa di antaranya bahkan mempercayakan anak sulung yang masih berusia sekitar 6 tahun untuk menjaga adiknya yang terlihat berusia 2-3 tahun.
Salah seorang pengunjung mengaku hampir mengalami insiden tidak mengenakkan saat sibuk membawa barang belanja “Kalau Saya gak hati-hati, hampir aja anak kecil terinjak sama Saya. Kami berdua bisa celaka, apalagi sekarang orang tua banyak yang menyalahkan orang lain atas kelalaian mereka,” ujar pengunjung berhijab abu yang berbelanja di Ramayana Cijantung, Senin (16/03/2026).
Situasi seperti ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk tetap waspada dan tidak lengah saat mengajak anak ke pusat perbelanjaan. Keramaian, tumpukan barang, serta lalu-lalang pengunjung dapat terjadinya risiko kecelakaan kecil berujung besar.
Orang tua diharapkan tidak hanya berfokus pada aktivitas membeli barang, tetapi juga memastikan anak-anak tetap berada dalam pengawasan. Dengan sikap yang lebih bertanggung jawab, kegiatan berbelanja dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga dan orang lain.