Jejak Karir Yuliot Tanjung
Bisa dibilang, Yuliot Tanjung merupakan pejabat karier di lingkungan Kementerian Investasi/BKPM. Suami Khairina ini memulai perjalanannya di BKPM sejak 1988.
Kariernya kemudian berkembang dengan dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan BKPM di Taiwan, dilanjutkan sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Informasi.
Pada 2006, ia kembali mendapat amanah sebagai Direktur Promosi Dalam Negeri pada Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal.
Tak sampai di situ, pada periode 2014–2019, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Deregulasi Penanaman Modal di bawah Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal.
Kariernya terus menanjak hingga pada 2020 ia diangkat sebagai Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM RI. Dalam jabatan tersebut, Yuliot memegang peran penting dalam merancang kebijakan sekaligus strategi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih ramah dan menarik bagi para pelaku usaha. Ia terlibat langsung dalam berbagai upaya untuk membuat Indonesia semakin kompetitif di mata investor.
Baca Juga: Sebelum Tahun Berganti, DPR Desak Kementerian ESDM Rampungkan Formulasi Harga Patokan Mineral Timah
Pada 18 Juli 2024, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Wakil Menteri Investasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, mendampingi Menteri Bahlil Lahadalia. Dari posisi ini, Yuliot dipercaya membantu mempercepat realisasi investasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Perjalanannya berlanjut ketika pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjuknya sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebagai Wakil Menteri, Yuliot kembali bekerja berdampingan dengan Bahlil Lahadalia.
Penunjukan ini dinilai sebagai langkah menghadirkan sosok profesional berpengalaman untuk menjawab tantangan besar di sektor energi, terutama dalam masa transisi menuju energi bersih dan terbarukan.