Tak hanya itu, ia juga aktif dalam dunia akademik dengan menerbitkan buku penelitian berjudul Penerapan Scientific Evidence pada Putusan Hakim, yang menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan ilmu hukum di Indonesia.
Dalam kehidupan pribadinya, Soraya diketahui teah menikah dengan musisi Ekki Soekarno pada 10 Maret 1991 silam.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni Valeri Allen Ghazian Soekarno yang berprofesi sebagai pengacara, Nadia Ayesha Mieke Soekarno yang berkarier sebagai presenter berita, serta Belmiro Ali Harnandhitya Soekarno yang mengikuti jejak sang ayah di dunia musik.
Perjalanan Karier
Soraya Haque yang akrab disapa Aya, mengawali kariernya sebagai model dan peragawati pada awal 1980-an. Berbekal pengalaman panjang di dunia modeling, ia kemudian mendirikan Soraya Haque Modelling School pada 1992.
Di tengah kesibukannya mengajar, anak kedua dari pasangan Allen Haque dan Nike Suharyah ini juga kerap menerima undangan sebagai guest lecturer maupun moderator di berbagai kesempatan.
Tak hanya sukses di dunia modeling, Aya juga merambah dunia seni peran. Ia pernah membintangi sejumlah sinetron pada era 1990-an, termasuk produksi MD Entertainment yang turut menghadirkan Tamara Bleszynski dan El Manik.
Selain itu, pada 1991 ia juga tampil dalam film Yang Tercinta bersama sang kakak, Marissa Haque.
Di luar dunia hiburan, Soraya dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan anak. Ia pernah menjadi produser sekaligus presenter program Ibu, Bayi, dan Balita, yang mendapatkan penghargaan dari Helen Keller Foundation atas kontribusinya dalam kampanye pencegahan kebutaan dan kekurangan vitamin A.
Baca Juga: Comeback ke Layar Lebar, Intip Profil dan Perjalanan Karier Ikang Fawzi
Soraya juga terlibat dalam pengelolaan Yayasan Ibu, Bayi, dan Balita (IBB), serta dipercaya menjadi duta Helen Keller International (HKI), sebuah lembaga nirlaba yang fokus pada kesehatan mata. Tak hanya itu, ia juga aktif dalam kampanye untuk mendukung dan menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional 2005.
Kini, Soraya Haque aktif menjalani perannya di dunia akademik sebagai dosen. Ia diketahui mengajar di Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, khususnya pada bidang Produksi Media.
Di sela aktivitasnya, Soraya kerap membagikan momen saat mengajar, baik di dalam kelas maupun ketika membimbing skripsi mahasiswa. Kehadirannya sebagai pengajar pun menunjukkan komitmennya dalam berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda.
Tak hanya di lingkungan kampus, Soraya juga aktif menghadiri berbagai acara sebagai pembicara maupun moderator. Ia sering berbagi kisah inspiratif, pengalaman hidup, serta pandangannya terkait beragam isu, mulai dari sosial hingga parenting.