Banyak orang menganggap kesuksesan di dunia kerja identik dengan kemampuan untuk selalu benar dan menghindari kesalahan. Namun, pandangan berbeda disampaikan CEO & President Director Kalbe Nutritional, Rudolf Tjandra.

Menurut Rudolf, seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan belum tentu menunjukkan kinerja yang sempurna. Bisa jadi, orang tersebut justru tidak pernah berani mengambil keputusan.

Rudolf menilai, keberanian mengambil keputusan merupakan salah satu kualitas penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Sebab, setiap keputusan memiliki risiko, termasuk kemungkinan untuk menghasilkan kesalahan.

“Mungkin orang yang gak pernah bisa salah adalah orang yang gak pernah bisa make decision. Setuju, setuju. Kita gak perlu leader seperti itu,” ungkap Rudolf, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Senin (24/8/2026).

Rudolf menuturkan, seorang pemimpin justru harus berani mengambil keputusan, meski keputusan tersebut tidak selalu menghasilkan sesuatu yang benar sejak awal.

Dari kesalahan itulah, kata dia, seseorang dapat mengevaluasi diri dan mencari cara untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

“Leader itu harus make decision, harus berani salah. Sehingga dari kesalahan itu kita bisa improve,” katanya.

Baca Juga: Mengenal Sosok Rudolf Tjandra, CEO & President Director Kalbe Nutritional

Rudolf juga menekankan bahwa kesalahan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses inovasi.

Menurutnya, tanpa keberanian untuk mencoba, mengambil risiko, dan menghadapi kemungkinan gagal, inovasi akan sulit tercipta.

“Di dunia ini gak ada satupun innovation yang terjadi tanpa adanya kesalahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudolf pun menjelaskan, proses perbaikan atau improvement pada dasarnya lahir dari berbagai kekurangan yang ditemukan sebelumnya.

Karena itu, kata dia, keberanian untuk mengakui kesalahan sekaligus memperbaikinya menjadi hal penting, baik bagi individu maupun seorang pemimpin.

“Itu improve itu kan datangnya dari, berarti to make things better. Dari segala kekurangan sebelumnya. Harus berani salah, harus berani memperbaiki diri,” pungkas Rudolf.

Baca Juga: Jangan Harap Bisa Jadi Pemimpin Kalau Tidak Punya Empati