Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof Mahfud MD mengatakan kegaduhan politik akibat polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka sangat menguntungkan Presiden Prabowo Subianto. 

Dengan kegaduhan politik itu, perhatian publik menjadi teralihkan secara organik, bahkan dalam dua minggu belakangan atau pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebut Gibran terbukti tak punya ijazah SMA/SLTA atau sederajat, kritik publik yang sebelumnya menghujam pemerintahan Prabowo kini beralih ke keluarga Jokowi.

Baca Juga: Hak Angket Pemakzulan Gibran Mandek, Citra Jokowi Semakin Buruk dan Sukar Dipoles Lagi

Dengan kata lain Prabowo terselamatkan setidaknya untuk beberapa waktu ke depan gara-gara polemik ijazah SMA Gibran yang seharusnya menjadi salah satu persyaratan pendaftaran pencalonan Gibran pada Pilpres 2024 lalu. 

"Dengan kegaduhan ini kritik-kritik kepada Pak Prabowo dua minggu terakhir ini ndak ada. Semua serangan ke Pak Jokowi dan Gibran," kata Mahfud MD dilansir Olenka.id Minggu ( (18/10/2026).

Merasa diuntungkan dengan polemik tersebut, Prabowo memilih menikmatinya, buktinya selama kasus ini bergulir Kepala Negara hanya bungkam, Prabowo tak mau memberi pernyataan apa pun, pada sisi lain partai politik pendukung pemerintah juga mengambil sikap serupa, seluruhnya kompak bungkam. Dalam situasi seperti ini Gibran dibiarkan berjalan sendiri. 

“Pak Prabowo diam, partai politik diam. Gibran dibiarkan sendiri. MBG ndak ada yang kritik,” ucapnya.

Kasus ijazah Gibran lanjut Mahfud sanggup menutup sejumlah kasus besar lain seperti kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan marak terjadi di berbagai wilayah. 

Tak hanya itu kasus korupsi yang melibatkan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febri Ardiansyah juga mendadak lenyap lantaran perhatian publik teralihkan secara masif. 

“Pemidanaan Jampidsus juga ndak ada yang jadi berita, padahal kemarin sidangnya luar biasa, saya ngikuti itu," katanya lagi.

 Baca Juga: Jokowi Jangan Berkelit! Nggak Ada Penumpang Gelap di Kasus Anakmu, yang Gelap Itu Ijazah Gibran!

"Kritik terhadap Pak Prabowo ndak ada lagi. Yang dihantam sekarang malah pak Jokowi terus dan dibiarkan sendiri. Sehingga saya melihat Pak Prabowo nampaknya nikmat juga,” tambahnya memungkasi.