Wacana Anies Baswedan masuk Kabinet Merah Putih ternyata tak membuat semua pihak ikut bertepuk tangan. Kritikus sekaligus Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf, justru menyentil narasi yang mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi menteri. Menurutnya, publik justru lebih menantikan momen Presiden Prabowo Subianto datang menemui Anies untuk berdialog ketimbang membicarakan jatah kursi di kabinet.

Faizal menilai pertemuan Prabowo dan Anies bisa menjadi ruang untuk bersilaturahmi, bertukar pikiran, sekaligus mendengarkan masukan demi kepentingan masyarakat. Ia pun mempertanyakan anggapan bahwa sosok yang selama ini kritis terhadap pemerintah harus diarahkan masuk ke dalam pemerintahan.

"Narasi Bakom melempar isu agar pak @aniesbaswedan masuk kabinet, jelas tak elok. Seolah semua pihak yang bersikap kritis gila jabatan," tulis Faizal melalui akun X pribadinya, dikutip Senin (12/10/2026).

Bukan cuma menyentil wacana kursi menteri, Faizal juga menyebut Prabowo seharusnya menunjukkan kebesaran hati dengan mendatangi Anies. Baginya, dialog antara keduanya jauh lebih penting untuk membuka ruang pertukaran gagasan politik.

Baca Juga: Kenapa Anies-Muhaimin, Ganjar-Mahfud Ogah Ikut Gugat Ijazah Gibran?

"Yang ditunggu publik jiwa besar Prabowo untuk mampir ke pak Anies. Saling silaturahim & mendengar masukan demi kepentingan rakyat," lanjutnya.

Pernyataan Faizal ini muncul setelah Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menyarankan Anies menerima tawaran bergabung ke pemerintahan apabila Prabowo memberikan posisi menteri kepadanya.

Syahganda bahkan secara terang-terangan menyebut Anies cocok menduduki kursi Menteri Pendidikan. Menurutnya, Anies memiliki kapasitas untuk melakukan reformasi sistem pendidikan nasional.

"Saya mendorong dia (Anies) untuk jadi Menteri Pendidikan. Cocok, Anies cocok," ujar Syahganda dalam siniar Total Politik yang tayang pada Rabu (23/9/2026).

Perlu dicatat, saat menyampaikan pernyataan tersebut, Syahganda belum dilantik Presiden Prabowo sebagai Kepala Bakom RI.

Syahganda juga menilai rivalitas politik setelah Pilpres 2024 semestinya tidak terus menjadi penghalang jika ada kesempatan bekerja bersama dalam pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa ego dan gengsi politik seharusnya bisa dikesampingkan demi kepentingan yang lebih besar.

Baca Juga: Jika Solo End, Anies Hingga AHY Akan Dibidik Prabowo?

"Tidak usah malu-malu. Pasti ada ego dan gengsi, tapi salah dong kalau gengsi. Bagaimanapun, yang membesarkan dia (Anies) kan Prabowo juga," tegasnya.

Kini, dua pandangan berbeda mengemuka. Syahganda mendorong Anies masuk kabinet jika ada tawaran dari Prabowo, sedangkan Faizal justru menekankan pentingnya pertemuan dan dialog antara kedua tokoh tersebut. Hingga informasi dalam pemberitaan ini disusun, belum ada keterangan mengenai tawaran resmi jabatan menteri kepada Anies.