“Membawa PolyPhil® ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi aesthetic treatment berbasis science, safety, dan natural result. PolyPhil® didukung oleh lebih dari 20 tahun pengalaman penggunaan klinis di Eropa, lebih dari 80 publikasi peer-reviewed, serta teknologi PN-HPT® yang menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian tinggi dan kualitas yang konsisten. Kami percaya kehadiran PolyPhil® dapat menambah pilihan terapi regenerative aesthetics bagi dokter dan pasien di Indonesia,” ujar Inneke Huang, General Manager, GEA Aesthetic seperti dikutip, Selasa (16/6/2026).

Peluncuran PolyPhil® di Indonesia turut menghadirkan rangkaian diskusi ilmiah bersama para ahli di bidang estetika medis dari dalam dan luar negeri. Salah satu pembicara internasional yang hadir adalah Dr. med. Dr. med. univ. Konstantin Frank, dari Munich, Germany, yang membawakan presentasi mengenai perkembangan regenerative aesthetics serta peran teknologi polynucleotide dalam praktik estetika modern.

Dalam presentasinya, Dr. Frank menjelaskan bahwa kualitas dan keamanan polynucleotide sangat dipengaruhi oleh proses pemurnian dan sumber bahan bakunya. PolyPhil® menggunakan DNA ikan trout air tawar yang berasal dari peternakan terkontrol di Eropa dan diproses melalui teknologi PN-HPT®, sehingga mendukung standar kualitas, kemurnian, dan konsistensi produk yang tinggi.

Acara ini juga menghadirkan sesi sharing experience bersama dr. Ide Bagoes Insani, Sp.BP-RE yang membahas pengalaman kolaborasi bersama GEA Aesthetic dan Croma-Pharma, sekaligus pandangannya mengenai potensi PolyPhil® dalam menjawab kebutuhan pasar aesthetic medicine yang terus berkembang di Indonesia.

Peluncuran PolyPhil® menegaskan komitmen GEA Aesthetic dan Croma-Pharma dalam menghadirkan inovasi berbasis sains yang mendukung pendekatan perawatan kulit yang lebih regeneratif, natural, dan berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang.