Penulis kondang Indonesia, Tere Liye geram atas lambannya gerak pemerintah menangani kebakaran hutan yang sedang melanda sejumlah wilayah Indonesia sekarang ini.

Ia menilai pejabat pemangku kepentingan saat ini masih tampak santai padahal dampak kebakaran hutan itu telah menyasar sejumlah aspek. Asap pekat imbas kebakaran mengerikan itu mengganggu aktivitas masyarakat bahkan mengintai keselamatan mereka. 

Baca Juga: Jika Pilpres Digelar Hari Ini Prabowo Jadi Ayam Sayur, Dilibas KDM Digilas Gibran Ditekuk AHY!

"Jika ada pejabat yang bilang aktivitas warga berjalan normal saat asap kebakaran hutan di mana-mana, maka hanya ada dua kemungkinannya: 1. Itu pejabat bego, 2. Itu pejabat super bego,"  kata Tere dalam sebuah unggahan di akun media sosialnnya dilansir Olenka.id Senin (19/10/2026).

Salah satu dampak yang saat ini mulai terlihat adalah lumpuhnya rute penerbangan di berbagai daerah imbas asap pekat kebakaran hutan itu, sejumlah maskapai urung terbang karena alasan keamanan, kondisi ini menunjukan bahwa kebakaran hutan di Indonesia saat ini telah berada di level akut.

Namun sayang pemerintah terkesan santai dan menganggap itu barang biasa, pemimpin bangsa ini kata Tere sama sekali tidak menunjukan sikap kenegarawanannya, masyarakat dibiarkan berjalan sendiri di tengah kepungan bencana dahsyat itu.  

"Ketahuilah, bahkan pesawat terbang yang tidak punya paru-paru, batal terbang di atas sana, demi alasan keselamatan, apalagi manusia di bawah sana," ujarnya. 

"Dan pemimpin negeri ini, masih sibuk dengan halusinasinya. Asyik main 'presiden-presidenan', nggak kelihatan blas jiwa pemimpin dan kenegarawanan," tambahnya. 

Tere menegaskan, asap kebakaran hutan tidak bisa dipandang remeh, ia mengatakan anak-anak yang terpapar secara berlebihan terancam mengalami penurunan tingkat kecerdasan, kemampuan kognitif mereka juga terancam anjlok akibat paparan asap kebakaran hutan. 

"Jutaan anak-anak Indonesia terancam masa depannya gara-gara asap berbulan-bulan ini. Kecerdasan mereka menurun, kemampuan kognitif, kesehatan mereka menurun. Saya tidak akan terkejut jika anak-anak yang tiap hari menghirup asap, beberapa tahun ke depan IQ-nya lebih rendah dibanding yang tidak. Itu tuh fakta ilmiah," ujarnya. 

Berdasarkan laporan terbaru tertanggal 18 Oktober 2026, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, telah menyebabkan gangguan parah terhadap sektor transportasi. 

Baca Juga: Jokowi Terjebak Keserakahannya Sendiri: Dulu Gibran Diselundupkan Jadi Alat Tawar Sekarang Malah Tersandera Kasus Ijazah

Tercatat sebanyak 2.458 penerbangan domestik mengalami gangguan akibat jarak pandang yang terbatas. Tidak hanya terbatas di wilayah sekitar sumber kebakaran, kepulan asap pekat dilaporkan telah meluas hingga menjangkau wilayah Sulawesi dan Maluku, mengindikasikan skala polusi udara yang sudah bersifat lintas region dan membahayakan kesehatan masyarakat secara luas.