Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, menilai, perlambatan pada pertengahan tahun tidak serta-merta menunjukkan penurunan minat masyarakat untuk bepergian. Menurutnya, wisatawan kini lebih selektif dalam menentukan waktu dan destinasi perjalanan.

“Kondisi pertengahan tahun yang cenderung lebih tenang tidak sepenuhnya menggambarkan situasi industri perhotelan di Indonesia. Di balik perlambatan tersebut, kami melihat permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat, serta harga kamar dan lama menginap juga terus meningkat,” tutur Fifin, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (23/6/2026).

Fifin menambahkan bahwa perubahan perilaku wisatawan justru membuka peluang bagi pelaku industri hotel untuk menyusun strategi yang lebih tepat dalam menangkap permintaan pasar.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengurangi aktivitas bepergian, melainkan menjadi lebih selektif dalam menentukan destinasi dan waktu perjalanan mereka. Artinya, periode pertengahan tahun masih menyimpan peluang yang besar bagi hotel-hotel di Indonesia,” katanya.

Menurut Fifin, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu faktor penting bagi hotel agar mampu beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat.

Dengan dukungan teknologi, kata Fifin, pelaku industri dapat memahami pola permintaan secara lebih akurat dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar.

“Hotel perlu memahami perubahan perilaku pasar dan mengetahui dari mana permintaan datang, sehingga dapat mengambil keputusan dengan cepat. Teknologi kini menjadi kebutuhan penting bagi industri perhotelan. Dengan teknologi yang tepat, hotel dapat memperoleh informasi pasar secara real time dan menyesuaikan strategi penjualan maupun distribusi kamar dengan lebih cepat ketika tren permintaan berubah,” tutupnya.

Baca Juga: Zucchetti Perkuat Kemitraan Strategis dengan SiteMinder