Permata Bank kembali menghadirkan Permata CERITA (Cinta dan Edukasi daRI kiTA) 2026, program tanggung jawab sosial di bawah naungan Permata Hati yang tahun ini berfokus pada siswa tingkat SMP dan dilaksanakan di 24 kota di Indonesia. Mengusung tema “24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA”, program ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Permata Bank ke-24. Pelaksanaannya melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers (EVO) Permata Bank yang mendampingi siswa melalui pembelajaran yang praktis, interaktif, dan dekat dengan keseharian mereka.
Pentingnya pembelajaran tersebut turut tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Kelompok usia 15–17 tahun mencatat indeks literasi keuangan sebesar 56,04%. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memperkuat pemahaman keuangan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal yang memadai dalam mengelola uang dan mengambil keputusan finansial.
Baca Juga: Kolaborasi, Generali dan World Bank Perkuat Ketahanan Finansial Negara Berkembang
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan, “Selama 24 tahun, Permata Bank terus bertumbuh bersama masyarakat dan menyaksikan bagaimana kebutuhan serta cara masyarakat mengelola keuangan terus berkembang. Melalui Permata CERITA, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menyenangkan dan relevan bagi generasi muda. Kami berharap setiap kebiasaan kecil yang dibangun hari ini dapat menjadi fondasi bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang mandiri, bertanggung jawab dan percaya diri dalam merencanakan masa depan finansialnya.”
Kegiatan Permata CERITA 2026 di MTs Imadun Najah, Jakarta Utara, dihadiri oleh Katharine Grace, Chief of Corporate Affairs and Sustainability Permata Bank, sebagai perwakilan Manajemen Permata Bank. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ninik Purwaning Setyorini, Widyaprada Ahli Madya Direktorat SMP, Kemendikdasmen, serta Sutikno, S.Pd., Kepala Pokjawas Kementerian Agama Kota Jakarta Utara. Kehadiran para perwakilan tersebut disambut baik oleh Rohali, S.E., S.Pd.I., M.M.Pd., Kepala MTs Imadun Najah.
Untuk mendekatkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, Permata CERITA menghadirkan MODul finansiAL (MODAL) dengan materi smart spending. Melalui sesi interaktif bersama EVO, siswa berlatih mengenali kebutuhan dan keinginan, mempertimbangkan pilihan, menentukan prioritas, menunda keinginan, serta menyisihkan uang untuk ditabung. Siswa juga diperkenalkan pada penggunaan pembayaran digital seperti QRIS dan transfer online secara bijak sebagai bagian dari perjalanan belajar mengelola keuangan.
Halimatus Sa'diyah, Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, menyampaikan, “Kami dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi inisiatif Permata Bank melalui program Permata CERITA yang turut mendukung upaya bersama dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya di kalangan pelajar. Melalui edukasi sejak dini, kami berharap generasi muda dapat memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan mempersiapkan diri untuk masa depan.”
Selain pengelolaan uang, Permata CERITA 2026 membekali siswa dengan pemahaman mengenai keamanan transaksi digital. Kemudahan menggunakan layanan keuangan melalui perangkat digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap berbagai risiko, termasuk penipuan daring dan aktivitas digital yang berisiko.
Melalui pembelajaran yang interaktif, siswa diperkenalkan pada metode 3A: Amati, Awasi, dan Adukan, serta pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi, termasuk PIN dan kode OTP. Siswa juga diajak mengenali tanda-tanda yang mencurigakan dan memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi risiko, termasuk meminta bantuan orang tua atau guru jika menemukan aktivitas digital yang tidak wajar.
"Sebagai bagian dari program Permata Hati, Permata CERITA merupakan wujud komitmen Permata Bank dalam mendukung edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui literasi keuangan. Sejak 2016 hingga 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai kota tempat Permata Bank beroperasi. Melalui pelaksanaan di 24 kota, Permata Bank berharap edukasi yang dimulai dari keputusan sederhana, seperti mengelola uang jajan, dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk lebih cermat mengambil keputusan, lebih bijak menggunakan layanan keuangan digital, dan lebih siap menghadapi kebutuhan finansial di masa depan," tandas Meliza M. Rusli.