Dr. Clarissa juga menambahkan, usia bukan satu-satunya faktor dalam menentukan jenis perawatan. Kondisi kulit, kebiasaan merawat diri, dan riwayat tindakan sebelumnya juga menjadi pertimbangan. Karena itu, pasien dengan usia yang sama belum tentu membutuhkan penanganan serupa.
Bagi pasien yang ingin mengatasi tanda-tanda penuaan tanpa operasi, kata dia, teknologi estetika dapat menjadi alternatif sesuai indikasi. Meski demikian, dokter perlu menjelaskan perbedaan hasil perawatan nonbedah dan tindakan bedah agar pasien memiliki ekspektasi yang tepat.
“Penting bagi dokter untuk memberikan edukasi mengenai berapa kali treatment perlu dilakukan dan seperti apa hasil yang realistis. Kalau pasien menginginkan hasil yang sangat signifikan, kami harus menjelaskan perbedaan antara treatment dan operasi agar ekspektasinya sesuai,” ungkapnya.
Untuk mendukung perawatan kekencangan kulit dan stimulasi kolagen, MyClinic menghadirkan sejumlah teknologi dan tindakan, di antaranya Ultherapy Prime, DENSITY RF, dan Sculptra.
Ultherapy Prime menggunakan teknologi microfocused ultrasound untuk membantu mengencangkan dan mengangkat jaringan kulit, sedangkan DENSITY RF memanfaatkan radiofrekuensi untuk mendukung kekencangan kulit dan stimulasi kolagen. Sementara itu, Sculptra merupakan perawatan injeksi yang dirancang untuk merangsang pembentukan kolagen secara bertahap.
Dr. Clarissa menegaskan, ketersediaan beragam teknologi tidak berarti semua pasien harus menjalani seluruh tindakan tersebut. Pemilihan perawatan tetap bergantung pada hasil konsultasi dan pemeriksaan dokter.
“Tidak semua pasien dengan keluhan penuaan langsung kami rekomendasikan Ultherapy Prime dan Sculptra sekaligus. Kami melakukan konsultasi dan asesmen terlebih dahulu. Bisa saja pasien hanya membutuhkan tindakan tertentu, atau justru ada pilihan perawatan lain yang lebih sesuai,” jelasnya.
Selain penuaan, jerawat dan pigmentasi juga menjadi keluhan yang banyak dijumpai dalam praktik estetika. Untuk menangani pigmentasi seperti sunspot dan melasma, dokter perlu mengevaluasi jenis pigmentasi, kondisi kulit, riwayat penggunaan produk, serta kebiasaan pasien, termasuk perlindungan terhadap paparan sinar matahari.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, perawatan dapat melibatkan kombinasi tindakan seperti facial, teknologi laser yang sesuai, dan produk perawatan kulit.
“Pasien perlu diperiksa terlebih dahulu untuk mengetahui jenis pigmentasinya, produk apa yang sudah digunakan, serta bagaimana gaya hidupnya. Setelah itu, baru kami menentukan perawatan yang sesuai. Penggunaan sunscreen juga sangat penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di Jakarta dengan paparan sinar matahari yang tinggi,” tuturnya.
Di tengah beragam pilihan perawatan, aspek keamanan tetap menjadi perhatian utama. Menurut Dr. Clarissa, setiap tindakan medis, termasuk prosedur estetika, memiliki risiko sehingga pasien perlu memperoleh penjelasan yang memadai sebelum mengambil keputusan.
“Semua tindakan medis, termasuk tindakan estetika, tentu memiliki risiko. Di MyClinic, kami terlebih dahulu melakukan asesmen, mendengarkan keluhan dan ekspektasi pasien, lalu menilai kondisi kulitnya. Setelah itu, kami memberikan edukasi mengenai perawatan yang dapat dilakukan dan hasil yang realistis,” ujarnya.
Selain perawatan wajah, MyClinic juga menyediakan layanan perawatan rambut dan tubuh. Ke depan, klinik ini akan berfokus mengembangkan layanannya di Jakarta sebelum mempertimbangkan ekspansi ke wilayah lain di Indonesia.
Baca Juga: Dari Malaysia ke Jakarta, MyClinic Perluas Akses Layanan Medical Aesthetics