Growthmates, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dan perawatan diri terus berkembang. Perawatan estetika kini tidak sekadar bertujuan memperbaiki penampilan, tetapi juga menjaga kesehatan kulit, memperlambat tanda-tanda penuaan, dan mempertahankan tampilan alami.Tren ini mendorong kebutuhan akan layanan yang mengutamakan pendekatan medis dan perawatan personal sesuai kondisi setiap individu.
Di tengah meningkatnya kebutuhan tersebut, MyClinic, jaringan klinik estetika medis asal Malaysia, memperluas jangkauannya ke Indonesia dengan membuka klinik pertamanya di Jakarta.
Berbekal pengalaman selama 12 tahun, lebih dari 28 cabang di Malaysia, dan lebih dari satu juta tindakan perawatan, MyClinic membawa pendekatan doctor-led, personalised care, yakni perawatan yang dipimpin dokter dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Medical Head & Aesthetic Physician MyClinic Jakarta, Dr. Clarissa Nathasia, menjelaskan, pendekatan tersebut diterapkan melalui The MyClinic Method, yang menempatkan konsultasi dan asesmen dokter sebagai tahapan utama sebelum pasien menjalani tindakan.
Dengan demikian, rekomendasi perawatan tidak hanya didasarkan pada keinginan pasien, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kulit, riwayat perawatan, serta hasil yang realistis.

“Prinsip kami adalah enhance, not alter. Kami tidak ingin mengubah wajah seseorang sampai terlihat seperti dipermak. Kami lebih mengutamakan hasil yang natural dengan memberikan proporsi yang seimbang pada wajah,” jelas Dr. Clarissa saat ditemui usai Grand Launching MyClinic Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dr. Clarissa menuturkan, setiap pasien memiliki kondisi kulit dan kebutuhan berbeda sehingga tidak ada satu jenis perawatan yang cocok untuk semua orang.
Pada pasien dengan keluhan jerawat, misalnya, dokter perlu menelusuri riwayat munculnya jerawat, frekuensi kekambuhan, serta faktor yang mungkin memengaruhinya sebelum menentukan penanganan.
“Kami selalu mendengarkan pasien terlebih dahulu. Misalnya, pasien datang dengan keluhan jerawat, kami ingin mengetahui bagaimana riwayatnya, sejak kapan muncul, dan apakah sebelumnya sudah sembuh lalu muncul kembali. Setelah itu, kami memberikan edukasi agar pasien memahami perawatan yang dibutuhkan,” tuturnya.
Pendekatan personal juga diterapkan dalam perawatan anti-aging. Dr. Clarissa menilai, pemeliharaan kesehatan kulit sebaiknya dilakukan secara preventif tanpa harus menunggu tanda-tanda penuaan terlihat jelas.
Namun, pencegahan tidak selalu berarti pasien harus langsung menjalani tindakan dengan teknologi canggih. Pada pasien berusia muda, perawatan dapat dimulai dari penggunaan produk perawatan kulit dasar, kemudian ditingkatkan sesuai kebutuhan.
“Semakin cepat dilakukan pencegahan, semakin baik. Namun, untuk pasien yang masih muda, kami tidak langsung memberikan treatment yang advanced. Kami menyesuaikannya dengan kebutuhan, mungkin dimulai dari skincare dasar terlebih dahulu,” katanya.
Baca Juga: MyClinic Masuk Pasar Indonesia, Kemenpar Bidik Peluang Wisata Medis