Sementara itu, Ibu Made menjalani pengabdian di dunia pendidikan formal melalui pengajaran tata rambut di SMKN 3 Bogor. Ketertarikannya pada bidang kecantikan membawanya mendapatkan beasiswa pemerintah untuk menempuh pendidikan sebagai calon guru kecantikan pada 1986. Sejak saat itu, ia terus mengabdikan diri mengajar hingga mendekati masa pensiun.

Pengalaman mengikuti pelatihan bersama L’Oréal memperkaya pemahamannya tentang ilmu di balik teknik tata rambut, termasuk anatomi rambut dan proses pewarnaan. Pengetahuan tersebut turut mengubah metode pengajarannya, dari sekadar mengajarkan tahapan kerja menjadi membekali murid dengan pemahaman mengenai alasan di balik setiap teknik.

“Sebelum mengikuti pelatihan bersama L’Oréal, saya sudah dapat mempraktikkan teknik pewarnaan rambut, tetapi belum memahami teorinya secara mendalam. Saya kemudian mempelajari anatomi rambut dan hair science, termasuk bagaimana warna meresap ke batang rambut serta perubahan yang terjadi selama proses pewarnaan,” tutur Ibu Made.

“Pengetahuan itu mengubah cara saya mengajar. Sekarang saya dapat menjelaskan bukan hanya apa yang harus dilakukan, tetapi juga alasan di balik setiap tahap, sehingga murid tidak sekadar menghafal prosedur, tetapi mampu menganalisis kondisi rambut dan menentukan penanganan yang tepat,” tambahnya.

Ibu Made juga berupaya memperluas jangkauan pembelajaran. Saat pandemi, ia membuat materi presentasi dan video agar murid tetap dapat belajar dari jarak jauh. Ia menulis buku Pemangkasan dan Pewarnaan Rambut untuk Kelas XI yang telah memiliki ISBN dan digunakan oleh sejumlah guru di Indonesia.

Selain itu, ia membawa murid untuk belajar langsung di L’Oréal Professionnel Academy serta menghadirkan guru tamu melalui kelas Hairducation agar pembelajaran di sekolah semakin dekat dengan praktik industri.

Upaya meningkatkan kompetensi pendidik juga menjadi salah satu fokus L’Oréal Indonesia melalui program Hairducation yang dijalankan sejak 2017 bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen).

Program tersebut memberikan pelatihan kepada guru SMK tata kecantikan mengenai teknik terkini, inovasi produk, standar keselamatan, hingga pelayanan konsumen. Hingga kini, Hairducation telah melatih 88 guru dari 46 SMK negeri di berbagai daerah di Indonesia dan berkontribusi mempersiapkan lebih dari 4.200 lulusan yang siap memasuki industri tata rambut profesional.

Head of Education Performance Professional Products Division L’Oréal Indonesia, Indra Tanudarma, menuturkan, pembaruan kompetensi guru menjadi penting agar materi yang diajarkan tetap relevan dengan kebutuhan industri.

“Industri tata rambut bergerak sangat cepat dengan standar teknis yang kian tinggi. Program Hairducation memberikan ruang bagi para guru kejuruan untuk secara berkelanjutan memperbarui kompetensi mereka,” ujar Indra.

“Ketika seorang guru memperoleh pemahaman teknis dan standar industri terkini, manfaat tersebut akan tereskalasi kepada ratusan murid yang mereka didik setiap tahunnya, menciptakan talenta masa depan yang siap bersaing,” katanya.

Di luar pendidikan formal, L’Oréal Indonesia juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Beauty for a Better Life yang telah hadir sejak 2014. Program ini melibatkan 12 pusat pelatihan dan 12 trainer yang bekerja sama dengan lembaga sosial nirlaba.

BFBL membekali instruktur dengan kurikulum tata rambut dan tata rias berstandar internasional, serta modul bimbingan sosial berbasis empati. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 7.200 peserta, dengan fokus membantu perempuan dari kelompok rentan sosio-ekonomi memperoleh keterampilan untuk membangun kemandirian finansial dan mendukung perekonomian keluarga.

Corporate Affairs and Impact Director L’Oréal Indonesia, Magdalena Rospita, menegaskan bahwa peran instruktur BFBL tidak sebatas mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga mendampingi peserta dalam membangun kembali kepercayaan diri dan harapan.

“Instruktur dalam program BFBL mengemban tanggung jawab mulia yang melampaui transfer keterampilan teknis. Mereka hadir sebagai mentor yang mendengar, memotivasi, dan menumbuhkan daya juang para peserta,” tegas Magdalena.

Baca Juga: International Women’s Day 2026, L’Oréal Indonesia Tegaskan Komitmen Hadirkan Ruang Aman dan Peluang Nyata Bagi Perempuan