3. Rasa Tidak Nyaman di Dada yang Dikira Asam Lambung

Salah satu tanda yang kerap membingungkan adalah rasa tidak nyaman di dada. Banyak orang menganggap sensasi tersebut sebagai “masuk angin”, gas, atau asam lambung karena keluhannya tidak selalu berupa nyeri tajam.

Masalah jantung dapat menimbulkan sensasi berupa tekanan, rasa berat, seperti diremas, sesak, atau rasa terbakar. Rasa tidak nyaman tersebut juga dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang.

Pola kemunculannya juga dapat menjadi petunjuk. Jika rasa tidak nyaman berulang kali muncul ketika berjalan atau melakukan aktivitas fisik dan kemudian mereda saat beristirahat, keluhan tersebut sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gangguan pencernaan.

Tanda peringatan serangan jantung juga dapat berupa sesak napas, pusing, keringat berlebih, serta rasa sakit atau tidak nyaman pada rahang, leher, punggung, maupun lengan.

4. Jantung Berdebar yang Terjadi Berulang

Jantung berdebar atau palpitasi tidak selalu berarti adanya masalah jantung. Kondisi ini dapat terjadi setelah mengonsumsi kafein, ketika sedang stres, atau setelah berolahraga.

Namun, palpitasi perlu diperhatikan apabila terjadi berulang kali, berlangsung cukup lama, atau disertai gejala lain seperti pusing, pingsan, sesak napas, maupun rasa tidak nyaman di dada.

Detak jantung yang tidak teratur terkadang dapat menjadi tanda aritmia. Karena itu, bukan hanya keberadaan jantung berdebar yang penting, tetapi juga bagaimana pola, frekuensi, durasi, serta gejala lain yang menyertainya.

Jika keluhan tersebut terus berulang atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.

Mengabaikan Perubahan Kecil, Terutama Jika Memiliki Faktor Risiko

Perlu diingat Growthmates, risiko yang lebih besar bukan hanya terletak pada munculnya gejala, tetapi juga ketika perubahan kecil pada tubuh terus diabaikan.

Penyakit jantung dapat berkembang secara perlahan, terutama pada orang yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, penyakit ginjal, kebiasaan merokok atau paparan asap rokok, serta riwayat keluarga dengan penyakit jantung pada usia dini.

Pada wanita, tanda-tanda penyakit jantung juga dapat muncul dengan gejala yang lebih samar. Selain rasa tidak nyaman di dada, keluhan dapat berupa kelelahan yang tidak biasa, mual, rasa tidak nyaman pada punggung bagian atas, atau sesak napas.

Dr. Bipeenchandra Bhamr, ahli bedah jantung di Mumbai, mengingatkan bahwa tanda penyakit jantung tidak selalu muncul secara jelas.

“Jantung mungkin tidak selalu memberikan peringatan yang jelas atau dramatis. Oleh karena itu, orang harus lebih peka terhadap kesehatan jantung. Jadi, tanda dan gejala seperti penurunan stamina, sesak napas, rasa tidak nyaman di dada yang berulang, atau bahkan perubahan detak jantung memerlukan perhatian medis segera,” jelasnya.

Menurutnya, gejala-gejala tersebut memang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain dan tidak otomatis memastikan seseorang mengalami penyakit jantung. Namun, orang dengan faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung perlu lebih waspada.

“Mereka yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, kebiasaan merokok, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung harus waspada terhadap gejala-gejala tersebut dan segera melaporkannya kepada dokter tanpa penundaan,” tutupnya.

Baca Juga: Cuma 3 Porsi Sehari, Makanan Ini Bisa Bantu Tekan Risiko Penyakit Jantung