Karena memiliki begitu banyak fungsi, menurut dr. Conny, menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang tidak seharusnya hanya dilakukan ketika masalah kulit sudah muncul.

Pendekatan tersebut perlu diubah menjadi upaya yang lebih preventif dengan menjaga kulit sejak dini.

“Kalau kita berbicara tentang long-term skin health itu bukan hanya sekadar penampilan. Tapi bagaimana kita bisa menjaga fungsi kulit dan struktur kita dan ketahanan kulit kita itu dari waktu ke waktu,” jelasnya.

dr. Conny menambahkan, perawatan kulit idealnya tidak berhenti pada tindakan untuk mengatasi masalah yang sudah terjadi.

Pencegahan, perlindungan, dan pemeliharaan menjadi bagian penting dalam mempertahankan kondisi kulit agar tetap sehat dalam jangka panjang.

“Nah, bagaimana cara mempertahankannya? Untuk mempertahankannya itu kita enggak cukup cuma kayak mau mengobatin seperti kalau masalah sudah muncul. Tapi bagaimana kita mulai menjaga kulit sejak awal. Nah, dari sinilah pentingnya pencegahan, proteksi, kemudian maintenance yang berperan untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang,” ungkap dr. Conny.

Pandangan tersebut juga menunjukkan bahwa pemahaman mengenai skin longevity perlu diperluas.

Kulit yang sehat bukan hanya tentang bagaimana seseorang terlihat lebih muda atau menarik, tetapi juga tentang kemampuan kulit untuk menjalankan berbagai fungsi pentingnya secara optimal.

“Jadi, menjaga kulit sejak dini melalui pencegahan, perlindungan, dan perawatan yang konsisten dapat menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang. Sebab, ketika berbicara tentang kulit, yang dipertahankan bukan hanya penampilan, tetapi juga fungsi dan kualitas salah satu organ terpenting dalam tubuh,” pungkasnya.

Baca Juga: Bos ParagonCorp Ungkap Hubungan Lifestyle dan Kesehatan Kulit: Tak Cukup Hanya Pakai Skincare