Bagi banyak wanita karier, penampilan sering kali dianggap sebagai bagian dari tuntutan profesionalisme.

Namun, menurut Psikolog sekaligus Founder & Impact Oriented Business Leader, Analisa Widyaningrum, makna penampilan jauh lebih dalam daripada sekadar mengikuti tren atau mengenakan pakaian yang terlihat menarik.

Analisa menilai bahwa setiap perempuan yang bekerja, apapun profesinya, perlu memperhatikan penampilan sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus orang-orang yang ditemui dalam kehidupan profesional sehari-hari.

"Sebagai perempuan yang bekerja dengan karier apa pun, aku rasa penting untuk kita memperhatikan penampilan. Itu bukan hanya tentang apa yang kita pakai, tetapi bagaimana cara kita membawa diri dan bagaimana kita bisa tampil pas, tidak berlebihan, serta tetap menjadi diri sendiri," ungkap Analisa, saat ditemui Olenka, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Analisa, kesalahan yang sering terjadi adalah ketika seseorang berusaha meniru gaya orang lain tanpa mempertimbangkan kenyamanan diri sendiri.

Akibatnya, kata dia, penampilan justru terasa tidak natural dan kehilangan karakter pribadi yang menjadi kekuatan utama setiap individu.

Baca Juga: Memahami Istilah Work-Life Balance: Strategi Menyeimbangkan Karier dan Kehidupan Pribadi

Lebih lanjut, Analisa pun mendorong perempuan untuk menemukan gaya yang sesuai dengan kepribadian mereka.

Menurutnya, inspirasi boleh datang dari mana saja, tetapi pada akhirnya kenyamanan dan keaslian diri harus tetap menjadi prioritas.

"Kadang kita melihat orang lain lalu mencoba mengikuti. Namun setelah dicoba, ternyata tidak nyaman dan hanya sekadar ikut-ikutan. Itu biasanya akan terasa. Penampilan akan menjadi pas ketika kita benar-benar menjadi diri sendiri tanpa memaksakan sesuatu," katanya.

Lebih jauh, Analisa menekankan bahwa penampilan profesional bukan sekadar urusan estetika.

Dikatakan Analisa, cara seseorang merawat diri dan mempersiapkan penampilan mencerminkan sikap menghargai orang lain serta menunjukkan kesiapan dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya.

"Ketika kita profesional dan menghargai siapa yang kita temui, maka kita menunjukkan bahwa kita siap. Tidak mungkin saya datang ke sebuah acara tanpa berpenampilan yang sesuai, tidak merawat diri dengan baik, atau membuat orang lain merasa tidak nyaman berada di sekitar saya," jelasnya.

Karena itu, Analisa memandang penampilan menarik sebagai bagian dari profesionalisme yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kerja. Bukan untuk mencari pengakuan, kata dia, melainkan sebagai bentuk respek terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.

"Saya rasa menjadi profesional itu berarti berpenampilan menarik sebagai cara kita menghargai diri kita sendiri dan juga orang lain," pungkas Analisa.

Baca Juga: 7 Strategi Mencapai Work Life Balance Ketika Memiliki Dua Karier