Djoko mengatakan, pengembangan Asmuni tidak akan terbatas pada industri kreatif. Ke depannya, platform tersebut diharapkan dapat membantu berbagai sektor, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pendidikan, pertanian, serta perdagangan.
Melalui pemanfaatan AI, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh dukungan dalam menyusun strategi penjualan, sementara tenaga pendidik dapat terbantu dalam menyiapkan materi pembelajaran yang lebih interaktif. Teknologi serupa juga berpotensi membantu petani dan pedagang kecil mengoptimalkan kegiatan usaha sehari-hari.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan Asmuni menjadi rekan kerja virtual di berbagai sektor industri sesuai ragam kebutuhan harian dari para pengguna,” kata Djoko.
Menurut dia, teknologi AI perlu semakin mudah diakses agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya perusahaan besar atau kalangan yang memiliki keahlian teknis.
Selain memperkenalkan Asmuni, Pemuda.ai menawarkan tiga layanan lain untuk melengkapi ekosistem teknologinya. Pemuda Token menyediakan akses ke beragam model AI bagi pengembang dan korporasi. Pemuda Studio merupakan studio produksi video berbasis AI yang ditujukan bagi rumah produksi dan tim kreatif, sedangkan Pemuda Satria menyediakan layanan keamanan siber terkelola untuk perusahaan.
Peluncuran platform ini turut mendapat dukungan dari musisi, rapper, penulis lagu, dan produser musik Joshua Matulessy atau JFlow.
Dalam kesempatan tersebut, JFlow mempersembahkan lagu berjudul Pemoeda yang secara resmi menjadi lagu tema atau theme song peluncuran Pemuda.ai.
Keterlibatan JFlow menjadi bagian dari upaya menghubungkan perkembangan teknologi dengan ekspresi seni dan kreativitas generasi muda Indonesia.
Kemampuan ekosistem Pemuda.ai juga ditampilkan melalui perilisan video remake Sumpah Pemuda yang diproduksi menggunakan teknologi AI. Proses pembuatannya, mulai dari desain visual, produksi video, hingga aransemen musik pendukung, memanfaatkan Pemuda Studio melalui studio.pemuda.ai serta mesin AI dari Pemuda.ai.
Produksi video tersebut menjadi demonstrasi penggunaan teknologi AI dalam mendukung proses kreatif secara menyeluruh, dari pengembangan konsep hingga menghasilkan karya audiovisual. Melalui pendekatan ini, Pemuda.ai ingin menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi sarana bagi kreator lokal untuk mengeksplorasi ide dan mengembangkan karya dengan lebih efisien.
Sebelum peluncuran resmi, Prominence Group juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) secara simbolis dengan Onno Center, pusat pengembangan dan literasi teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi untuk mendukung pengembangan teknologi dan peningkatan literasi digital.
Ke depan, Prominence Group dan Pemuda.ai telah menyiapkan peta jalan pengembangan ekosistem yang berfokus pada sektor ekonomi kreatif. Pengembangan komunitas, pemberdayaan pekerja lepas atau freelancer, dukungan bagi rumah produksi, serta penguatan kapasitas pengembang lokal menjadi sejumlah fokus utama.
Baca Juga: Paylabs Hadirkan Soundbox on App, Transaksi QRIS Kini Bisa Diverifikasi Lewat Notifikasi Suara