Joko Widodo menjadi Presiden Indonesia selama dua periode, tepatnya dari tahun 2014 hingga 2024. Pria kelahiran Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada tanggal 21 Juni 1961 ini sebelumnya menjabat sebagai Walikota Solo sejak 2005, Gubernur DKI Jakarta sejak tahun 2012, serta resmi menjabat sebagai Presiden Indonesia pada 20 Oktober 2014.

Pemimpin yang akrab disapa Jokowi ini menggandeng Jusuf Kalla (JK) dan Ma’ruf Amin sebagai wakilnya selama dua periode memimpin Indonesia. Bersama JK, dia menamai timnya sebagai Kabinet Kerja, sedangkan Kabinet Indonesia Maju dipilih sebagai nama timnya saat bersama Ma’ruf Amin. Selama dua periode kepemimpinannya, Jokowi tercatat berulang kali melakukan reshuffle (penggantian) menteri-menterinya.

Baca Juga: KPK Bicara Nasib Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Beberapa menteri yang sempat bekerja dengan Jokowi masih melanjutkan karier kenegaraan mereka. Sebagai contoh, Puan Maharani yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) (2014-2019) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) (2019-2024) masih menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 2024-2029.

Tidak hanya di jalur kenegaraan, deretan mantan menteri Jokowi berikut memilih melanjutkan karier profesional mereka. Berikut Olenka rangkumkan jabatan atau karier beberapa menteri Jokowi yang memilih jalur profesional:

1. Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati alias Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia selama kepemimpinan Jokowi di periode kedua. Perempuan kelahiran Bandar Lampung, Lampung, pada tanggal 26 Agustus 1962 ini dilantik Presiden Jokowi pada 27 Juli 2016. Setelah era Jokowi, dia masih dipercaya sebagai Menkeu di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto hingga di-reshuffle pada September 2025.

Melepas karier politiknya, peraih gelar Ph.D. di bidang ekonomi dari University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat, pada 1992 ini kini menjabat sebagai Dewan Pengurus atau Governing Board di Gates Foundation. Sebagai mantan direktur pelaksana dan kepala operasional Bank Dunia, Sri Mulyani dipercaya dapat memperkuat tata kelola yayasan nonprofit yang didirikan Bill Gates tersebut. Sebagai anggota dewan pengurus Gates Foundation, Sri Mulyani akan menjabat selama tiga tahun dengan batasan dua periode berturut-turut.

2. Ignasius Jonan

Ignasius Jonan merupakan Menteri Perhubungan Republik Indonesia (2014-2016) serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2016-2019) selama Pemerintahan Presiden Jokowi. Sebelumnya, pria yang lahir pada 21 Juni 1963 ini sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 2009-2014, jabatan yang melambungkan namanya.

Kini, peraih gelar Master of Arts dari Fletcher School of Law and Diplomacy, International Relations and Affairs tersebut menjabat sebagai Komisaris Independen PT United Tractors Tbk. (UNTR). Tidak hanya itu, Jonan juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Unilever Indonesia Tbk, Ketua dan Komisaris Independen PT Anabatic Technologies Tbk, serta Ketua Marsh Indonesia.

3. Retno Marsudi

Retno Lestari Priansari Marsudi atau Retno Marsudi menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia selama dua periode kepemimpinan Jokowi pada 2014-2024. Perempuan kelahiran Semarang pada 27 November 1962 ini meninggalkan karier kenegaraannya bersamaan dengan masa purnatugas Jokowi sebagai Presiden Indonesia.

Kini, magister program studi Undang–undang Uni Eropa dari Haagse Hogeschool, Belanda ini menjabat berbagai posisi strategis. Tidak hanya dalam negeri, jabatannya mentereng hingga posisi di level internasional, yakni:

  • Direktur Non-Eksekutif Gurīn Energy;
  • Utusan Khusus Sekjen PBB (isu air);
  • Board of Council Paragon Wardah;
  • Komisaris Independen PT Bundamedik Tbk;
  • Komisaris Independen PT Vale Indonesia Tbk;
  • Komisaris XLSmart.

4. Susi Pudjiastuti

Pengusaha sukses ini menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia periode 2014-2019. Semasa kepemimpinannya, masyarakat terpesona dengan gaya Susi Pudjiastuti yang nyentrik dan berani.

Susi yang lahir pada 15 Januari 1965 di Pangandaran, Jawa Barat tersebut telah mengenal ikan dan laut sejak kecil. Selepas tugas kenegaraannya, Susi kembali fokus pada bisnisnya, yakni PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air yang dia dirikan di akhir tahun 2004. Selain itu, dia juga masih aktif lewat Pandu Laut Nusantara, sebuah organisasi yang secara kolaboratif berupaya melindungi laut (berdiri sejak tahun 2018).

5. Anies Baswedan

Masyarakat mungkin lebih mengenal Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Meski begitu, pria yang lahir pada 7 Mei 1969 ini lebih dulu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia era pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla periode Oktober 2014-Juli 2016. Menjabat sebagai Mendikbud, dia dikenal sebagai akademisi yang telah lulus dari berbagai universitas: Universitas Gadjah Mada (UGM); University of Maryland, College Park; serta Northern Illinois University.

Selepas tugas kenegaraannya, mantan Rektor Universitas Paramadina ini kembali menyibukkan diri di dunia pendidikan. Dia tercatat beberapa kali hadir sebagai pembicara di berbagai universitas. Anies juga sempat meluncurkan Karsa CityLab, platform yang berfokus pada transformasi kota-kota Indonesia agar dapat berkompetisi di tingkat internasional pada 2025 silam. Baru-baru ini, Anies memberikan dukungan untuk Partai Gerakan Rakyat yang secara eksplisit ingin membawanya dalam bursa calon presiden (capres) 2029.

6. Rudiantara

Rudiantara merupakan Menteri Komunikasi & Informatika Republik Indonesia selama periode 2014-2019. Dia lahir di Bogor pada 3 Mei 1959 dan berhasil lulus sebagai Sarjana di bidang Statistik, Universitas Padjadjaran pada tahun 1984. Selanjutnya, Rudiantara meraih gelar Master of Business Administration dari Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) (1988).

Berperan aktif dalam dunia teknologi, saat ini Rudiantara menjabat sebagai Komisaris Independen Indosat Ooredoo Hutchison. Selain itu, Rudiantara juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Vale Indonesia Tbk. Selain Komisaris Independen, dia menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Semen Indonesia Tbk, PT Rukun Raharja Tbk, PT Solusi Energi Digital Tbk, serta PT Amartha Nusantara Raya.

7. Sandiaga Salahuddin Uno

Pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dan PT Recapital ini juga sempat mengemban tugas negara di era kepemimpinan Jokowi. Sandiaga Salahuddin Uno menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024. Pria kelahiran Rumbai, Provinsi Riau pada 28 Juni 1969 ini pun tercatat telah melepas jabatan direksi/komisaris di sejumlah perusahaan.

Sandiaga yang meraih gelar Doktor dari Universitas Pelita Harapan (UPH) ini merupakan pendiri Yayasan Indonesia Setara (YIS). Kini, dia aktif membesarkan organisasi nonprofit yang dibangunnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui penguatan di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.

8. Nila F. Moelok

Nila Djuwita F. Moeloek atau lebih dikenal sebagai Nila F. Moelok merupakan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2014-2019 yang menemani kepemimpinan Jokowi periode pertama. Perempuan kelahiran Jakarta pada 11 April 1949 meraih gelar dokter spesialis mata dari FKUI pada 1974 dan melanjutkan pendidikan superspesialis di University of Amsterdam, Belanda (1980) dan Kobe University, Jepang (1989). Selanjutnya, gelar Doktor (cum laude) diraih Nila F. Moelok pada tahun 2003 dan diangkat sebagai Guru Besar FKUI pada tahun 2007.

Saat ini, Prof. Nila masih aktif di dunia kesehatan Indonesia lewat Indonesia Health Development Center (IHDC). Menjabat sebagai Direktur Eksekutif, IHDC merupakan lembaga think tank nirlaba nasional yang berfokus pada riset, advokasi, edukasi, dan kolaborasi untuk pembangunan kesehatan di Indonesia. IHDC menyoroti isu-isu sistem kesehatan berbasis nilai, stunting, dan kesehatan masyarakat.