Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal mengatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi benar-benar ditinggal sendirian, sejumlah elemen seperti Partai politik, Polri dan TNI serta oligarki yang tadinya mendukung dirinya kini kompak angkat kaki karena sejumlah alasan.
Jokowi bahkan ditinggal sendiri di tengah sederet masalah besar yang dihadapi sekarang ini seperti polemik ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka yang membuat posisinya sebagai Wakil Presiden RI terancam.
Baca Juga: Jika Pilpres Digelar Hari Ini Prabowo Jadi Ayam Sayur, Dilibas KDM Digilas Gibran Ditekuk AHY!
Menurut Erizal, seluruh elemen yang meninggalkan Jokowi kini di bawah kendali penuh Presiden Prabowo Subianto, kecuali oligarki hitam yang oleh Prabowo diposisikan sebagai musuh.
"Oligarki agaknya lawan Presiden Prabowo Subianto yang paling hakiki saat ini. Tentu saja bukan semua oligarki, tapi oligarki hitam yang selama ini sudah mengangkangi banyak hal di negeri ini," kata Erizal dilansir Senin (19/10/2026).
Selain memilih melawan oligarki, Prabowo juga mulai bersih-bersih kabinet dari orang-orang Jokowi dengan mengganti sejumlah pejabat penting di berbagai instansi salah satunya Polri demi memastikan, instansi itu tegak lurus pada pemerintah.
"Dua tahun berlalu yang terlihat penguatan, tidak pelemahan. Kapolri diganti, langsung mutasi besar-besaran dalam waktu singkat, dan Polri, tidak sama lagi dulu dan kini," kata Erizal.
Selain Polri, Prabowo juga mulai membereskan internal TNI yang beberapa pejabat pentingnya diisi oleh orang-orang Jokowi dwngan mengganti posisi antara KSAD dan Wakil Panglima TNI.
"Yang agak berbau Jokowi mulai diparkir di tempat tersendiri," kata Erizal.
Birokrasi jangan ditanya lagi. Sudah lebih dulu pergi meninggalkan Jokowi. Tapi situasi terus bergerak dan belum berhenti.
Bareskrim Polri juga mulai menyelidiki aduan masyarakat (Dumas) terkait tindak pemalsuan pembuatan dan penggunaan Surat Keterangan penyetaraan ijazah SMA Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Polemik Ijazah Gibran, Jokowi Berkelit Pakai Gaya Lawas, Ahmad Khozinudin Langsung Kasih Wejangan!
"Tapi banyak yang masih ragu itu akan bisa berlanjut. Partai-partai juga diragukan mau follow up putusan Mahkamah Konstitusi," pungkas Erizal.