Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence, Ali Noer Zaman Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak canggung lagi menghadapi PDI-Perjuangan setelah perselisihan panjang ke dua kubu yang bikin Jokowi dan keluarganya didepak dari partai moncong putih besutan Megawati  Soekarnoputri itu. 

Pernyataan itu disampaikan Ali Noer Zaman merespons keputusan Jokowi yang akhirnya secara terbuka mengumumkan status keanggotaan di Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan Jokowi menunjukan Kartu tanda anggota (KTA) PSI itu juga dimaknai sebagai tanda dimulainya perang terbuka part II menghadapi PDI-P. 

Baca Juga: Peringatan Keras Buat Mas AHY hingga Cak Imin: Waspadai Pergerakan Jokowi dan PSI, Hati-hati!

"Keterbukaan Jokowi perihal partai politik yang menjadi kendaraannya menunjukkan ia tidak canggung lagi untuk berhadapan langsung dengan PDIP. Hal tersebut sekaligus menjadi babak baru perang terbuka antara Jokowi dengan PDIP," kata Ali dilansir Selasa (29/9/2026). 

Tutup Pintu Rekonsiliasi

PDI-P sebelumnya sempat memberi kode membuka pintu rekonsiliasi dengan berbagai persyaratan setelah kedua kubu berbagi jalan pada Pilpres 2024 lalu.

Namun harapan agar Jokowi segera balikan dengan PDI-P yang membesarkan namanya itu kini telah dianggap mustahil. Jokowi menutup peluang itu dengan menyatakan dirinya sebagai kader PSI. 

Jokowi bahkan berjanji bekerja habis-habisan agar partai politik besutan Kaesang Pangarep itu bisa melenggang mulus menuju Senayan pada Pemilu 2029 mendatang. Itu artinya Jokowi siap berdarah-darah menghadapi PDI-P di pertarungan Pemilu mendatang. 

"Dengan menunjukkan keanggotaan, Jokowi bisa secara total berkampanye memperjuangkan PSI untuk lolos ke parlemen. Ia tidak perlu lagi bermain politik dari balik layar," ujar Ali. 

Keputusan Jokowi memamerkan KTA bukan sekadar pernyataan yang menunjukan proses administrasi. Keputusan itu dibaca sebagai pernyataan sikap Jokowi yang membuka fase baru dalam konfigurasi hubungan politik antara Jokowi, PSI, dan PDIP.

Baca Juga: Sudah Deklarasi Kecil-kecilan, Jokowi Siap Berpisah dengan Prabowo!

“Ini perlu dicermati sebagai bagian dari dinamika politik nasional, khususnya menjelang agenda politik dan konsolidasi partai pada periode berikutnya,” pungkas Ali.