Dalam praktiknya, menciptakan ruang aman bukan hanya tentang keberadaan aturan tertulis. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan budaya yang hidup dalam keseharian, mulai dari cara berkomunikasi, memahami batasan personal, hingga membangun kesadaran bersama bahwa kenyamanan merupakan tanggung jawab kolektif.

Budaya kerja yang sehat juga perlu didukung dengan sistem yang jelas serta komitmen bersama agar setiap individu merasa dihargai dan dilindungi.

Di balik pandangannya mengenai pentingnya lingkungan kerja yang aman, Nyiayu sendiri merupakan sosok profesional berpengalaman dengan lebih dari 20 tahun kiprah di bidang marketing communications dan product marketing.

Keahliannya mencakup strategi penjualan, pemasaran, manajemen merek, hingga komunikasi melalui media dan komunitas.

Sebelum bergabung dengan PT Cemindo Gemilang Tbk. melalui brand Semen Merah Putih, Nyiayu pernah mengelola Brand Dulux untuk produk cat enamel dan waterproofing di AkzoNobel Indonesia.

Ia juga sempat menjabat sebagai Head of Marketing di PT Fluidra Indonesia, perusahaan produsen perlengkapan kolam renang.

Selain itu, ia pernah dipercaya menjadi Marketing Manager di PT Saint Gobain Construction Products Indonesia.

Berbagai pengalaman tersebut menjadikan Nyiayu sebagai salah satu pemimpin perempuan yang kompeten dan terdepan di bidang pemasaran dan komunikasi industri.

Seiring semakin terbukanya diskusi mengenai isu ini, kata Nyiayu, rasa aman kini menjadi bagian penting dari ekspektasi perempuan terhadap dunia kerja modern.

Bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan fondasi utama yang memungkinkan setiap individu berkembang secara optimal dan berani mengambil peran lebih besar.

"Pada akhirnya, lingkungan kerja yang benar-benar aman adalah tempat di mana perempuan dapat menjalani perannya tanpa rasa khawatir, tanpa batasan yang menghambat, serta memiliki ruang yang cukup untuk menjadi diri sendiri, bertumbuh, dan memimpin," tandasnya.

Baca Juga: Sequis Life Buka Ruang Kolaborasi Perempuan Wirausaha Lewat 'A Seat at Her Table'