Pemeriksaan tersebut penting karena nyeri yang dirasakan pasien tidak selalu menggambarkan penyebab sebenarnya. Kondisi inilah yang membuat dr. Yeni mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pijat ketika mengalami nyeri yang diduga berasal dari saraf kejepit.

“Kalau teman-teman didiagnosis sebagai saraf kejepit itu tidak boleh dilakukan pijat-memijat. Kecuali memang gerakan-gerakan khusus yang direkomendasikan oleh dokter fisioterapinya,” katanya.

dr. Yeni juga bilang, pijat memang dapat memberikan rasa nyaman pada keluhan yang berkaitan dengan otot.

Namun, jika penyebab nyeri bukan gangguan otot, termasuk apabila memang terjadi penekanan pada saraf, tindakan pijat yang tidak tepat berpotensi memperburuk kondisi. Karena itu, penyebab nyeri perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan.

Selain menghindari tindakan sembarangan, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan medis segera. Salah satunya adalah nyeri pinggang yang disertai gangguan BAB atau BAK, serta kebas atau hilangnya sensasi pada area bokong dan kemaluan.

Gejala tersebut dapat mengarah pada cauda equina syndrome (CES), yaitu kondisi akibat kompresi berat pada kumpulan saraf di bagian bawah tulang belakang. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena dapat menimbulkan gangguan saraf yang serius.

Bagi masyarakat yang masih ragu dengan keluhan yang dialami, dr. Yeni menyarankan untuk tidak menunda pemeriksaan dan dapat memulainya dari dokter umum.

“Kalau teman-teman bingung, datang saja dulu ke dokter umum. Sebenarnya dokter umum pun bisa mengenali tanda ini perlu dirujuk atau cukup ditangani,” tandasnya.

Baca Juga: Waspada Doomscrolling Bisa Picu Saraf Kejepit di Usia Muda, Ini Penjelasan Dokter Tirta