Musisi sekaligus aktor Nugie kembali menyapa pecinta layar lebar lewat film ‘Dan Bandung’ yang akan segera tayang pada 20 Agustus 2026 mendatang. Dalam film ini, musisi yang memiliki nama lengkap Agustinus Gusti Nugroho ini memerankan sosok Mang Yadi, paman Basil yang telah merawatnya sejak remaja hingga dewasa.

Menariknya, proses Nugie mendalami karakter dalam film ini turut melibatkan putri remajanya. Untuk memahami kehidupan dan kebiasaan anak muda masa kini, Nugie mengaku banyak belajar dari sang anak. 

Pasalnya, Nugie mengaku bukan sosok yang terlalu aktif mengikuti berbagai tren di media sosial. Penjelasan sang putri pun menjadi bekal baginya untuk memahami karakter Basil sekaligus dinamika kehidupan remaja di Bandung saat ini.

Terlepas dari film terbarunya, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber pada Minggu (16/8/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Nugie.

Baca Juga: Berkenalan dengan Fuad Idris dan Jejak Karier Sang Aktor Senior

Profil Nugie

Agustinus Gusti Nugroho atau yang lebih dikenal dengan nama Nugie maupun Gusti Embut merupakan musisi sekaligus aktor kelahiran 31 Agustus 1971.

Nugie merupakan lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ia juga berasal dari keluarga yang dekat dengan dunia musik. Nugie merupakan adik dari musisi Andre Manika dan Katon Bagaskara.

Perihal kehidupan pribadinya, Nugie telah menikah dengan Shinta Devi pada 9 April 2005. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai dua anak, yakni Maximillianus Arkazora Nugroho yang lahir pada 11 Januari 2007 dan Brigitta Nikaia Nugroho yang lahir pada 28 Maret 2011.

Karier Musik

Perjalanan Nugie di dunia musik telah berlangsung sejak lama. Ia pernah menjadi personel ALV Band, yang merilis album ALV pada 2001 dengan singel andalan “Yang Tak Kasatmata”. 

Dua tahun kemudian, grup tersebut kembali meluncurkan album Senyawa Hati yang memuat lagu “Jagoan” dan “Terancam Punah”. Namun, ALV Band akhirnya bubar pada 2 Juni 2003.

Selain bermusik, Nugie juga dikenal memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan. Ia aktif terlibat dalam sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan, termasuk WALHI dan WWF. 

Kepeduliannya terhadap alam dan berbagai persoalan sosial pun kerap tercermin dalam karya-karyanya, seperti album Bumi dengan lagu “Tertipu” (1995), Air dengan “Burung Gereja” (1996), serta Udara dengan “Pembuat Teh” (1998).

Baca Juga: Profil dan Jejak Karier Aktris Senior Ingrid Widjanarko

Kiprah Nugie di dunia musik juga membawanya meraih sejumlah penghargaan. Pada Anugerah Musik Indonesia 1997, ia mendapat predikat sebagai Penyanyi Alternatif. 

Setahun kemudian, video klip “Burung Gereja” meraih penghargaan Video Klip Terbaik Bulanan dan masuk nominasi Video Klip di grand final VMI. Pada tahun yang sama, Nugie juga dinobatkan sebagai Penyanyi Terbaik oleh majalah Hai.

Pada 2004, Nugie kembali memperkaya diskografinya lewat album keenam bertajuk Bahagia di bawah label Aquarius Musikindo. Album tersebut berisi 12 lagu.

Diskografi

Album

  • Pancasila Senjataku! (1983)
  • Bumi (1995)
  • Air (1996)
  • Udara (1998)
  • Bahagia (2004)

Singel

  • “Tertipu” (1995)
  • “Teman Baik” (1996)
  • “Burung Gereja” (1996)
  • “Pembuat Teh” (1998)
  • “Pelukis Malam” (1998)
  • “Jelang” (1999)
  • “Lagu Untukmu” (2000, bersama Rita Effendy)
  • “Dua Pelangi” (2000)
  • “Orange” (2001)
  • “Cinta Adalah Jawabnya” (2003, bersama Katon Bagaskara dan Andre Manika)
  • “Lentera Jiwa” (2008)
  • “Super PD” (2014, bersama Prisca Soetikno)
  • “Mulailah dari Diri Sendiri” (2016)
  • “Garuda” (2018)
  • “Rumahku” (2018)
  • “Indonesia Pemimpin Dunia” (2018)
  • “Tuhan = Ceria” (2018)
  • “Bintang Kosong” (2020)

Nugie kemudian membentuk The Dance Company bersama Aryo Wahab, Pongky Jikustik, dan Baim. Dalam grup ini, Nugie mengambil posisi sebagai drummer. The Dance Company merilis mini album pada 2009 dengan singel andalan “Papa Rock n Roll”.

Karier Akting

Tak hanya bermusik, Nugie juga melebarkan sayapnya ke dunia akting. Setelah sempat tampil dalam sinetron Dua Pelangi dan Mambo, ia mulai menjajal layar lebar lewat Sang Pemimpi (2009) sebagai Pak Balia.

Baca Juga: Berkenalan dengan Roy Marten, Aktor Senior dengan Karier Panjang

Sejak saat itu, Nugie terus aktif membintangi berbagai film dengan karakter yang beragam. Ia tampil dalam Hati Merdeka (2011) sebagai Wayan Suta dan Jenderal Soedirman (2015) sebagai Mohammad Hatta. 

Karier aktingnya berlanjut lewat Tersanjung the Movie dan Serigala Langit pada 2021, kemudian Ranah 3 Warna dan Sayap-Sayap Patah pada 2022. Pada 2023, Nugie membintangi Gita Cinta dari SMA sebagai Prianggono dan Primbon sebagai Banyu. 

Setahun berikutnya, ia tampil dalam sejumlah film, di antaranya Petualangan Anak Penangkap Hantu, Possession: Kerasukan, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, Bila Esok Ibu Tiada, dan 2nd Miracle in Cell No. 7.

Memasuki 2025, kiprah Nugie di layar lebar semakin produktif. Ia terlibat dalam Tujuh Hari untuk Keshia, Sayap-Sayap Patah 2: Olivia, Jodoh 3 Bujang, Narik Sukmo: Menari atau Mati, Seribu Bayang Purnama, Panggilan dari Kubur, Shutter, hingga Sosok Ketiga: Lintrik.

Di dunia akting, Nugie juga mendapat pengakuan melalui sejumlah ajang penghargaan. Pada 2024, ia masuk nominasi Festival Film Wartawan Indonesia untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik – Genre Film Drama berkat perannya dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa.