Growthmates, musim hujan bukan hanya membawa perubahan pada cuaca, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Tingginya kelembapan udara, produksi keringat, paparan polusi, hingga perubahan rutinitas sehari-hari dapat membuat kulit terasa lebih berminyak, kusam, dan tidak merata, bahkan lebih rentan mengalami masalah seperti jerawat.

Kondisi tersebut bisa menjadi sinyal bahwa kulit tengah beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Karena itu, sebelum buru-buru menambahkan berbagai produk perawatan, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya dibutuhkan kulit.

Dan, dikutip dari Times of India, Jumat (9/10/2026), berikut sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kondisi kulit selama musim hujan, sekaligus pentingnya menjaga rutinitas perawatan kulit secara konsisten.

1. Kelembapan Tinggi Bisa Membuat Kulit Lebih Berminyak

Saat musim hujan, tingkat kelembapan udara cenderung lebih tinggi. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat sehingga kulit terasa lebih lembap, berminyak, dan lengket.

Bagi pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat, keringat yang bercampur dengan minyak berlebih dan kotoran dapat membuat pori-pori terasa tersumbat. Akibatnya, jerawat pun lebih mudah muncul.

Membersihkan wajah secara rutin dengan pembersih yang lembut dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak tanpa membuat kulit terasa kering atau kehilangan kelembapan alaminya. Bahan tradisional Ayurveda seperti neem juga dapat menjadi salah satu pilihan dalam rutinitas pembersihan, terutama bagi pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat.

2. Langit Mendung Bukan Berarti Kulit Bebas Sinar Matahari

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan saat musim hujan adalah menganggap penggunaan sunscreen tidak lagi penting karena matahari jarang terlihat.

Padahal, kulit tetap dapat terpapar sinar matahari dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika cuaca mendung. Paparan yang berlangsung berulang dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap kulit yang tampak kusam dan warna kulit yang tidak merata, sekaligus memicu stres oksidatif.

Karena itu, penggunaan tabir surya sebaiknya tetap menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit setiap hari. Pengaplikasian ulang juga perlu dilakukan sesuai aktivitas dan kondisi paparan.

Baca Juga: 5 Tips Skincare saat Musim Hujan untuk Menjaga Skin Barrier Tetap Sehat

3. Polusi Tetap Menempel pada Kulit Saat Musim Hujan

Hujan memang dapat membuat udara terasa lebih segar, tetapi bukan berarti kulit terbebas dari polusi. Aktivitas di luar ruangan tetap membuat kulit bersentuhan dengan berbagai partikel dan kotoran di lingkungan.

Ketika polutan bercampur dengan keringat dan minyak berlebih di permukaan kulit, wajah dapat terlihat lebih kusam dan lelah. Karena itu, membersihkan wajah setelah beraktivitas menjadi langkah sederhana yang penting untuk membantu menghilangkan kotoran yang menumpuk sepanjang hari.

Kuncinya bukan menggunakan sebanyak mungkin produk, melainkan menjaga rutinitas dasar secara konsisten dan sesuai dengan kebutuhan kulit.

4. Perubahan Rutinitas Selama Musim Hujan Juga Bisa Berpengaruh

Kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi faktor lingkungan. Perubahan pola tidur, asupan cairan, pola makan, tingkat stres, hingga aktivitas sehari-hari juga dapat memengaruhi tampilan dan kondisi kulit.

Saat musim hujan, seseorang mungkin lebih sering berada di dalam ruangan, mengalami perubahan aktivitas, kurang beraktivitas di luar, atau justru lebih sering begadang karena pekerjaan. Rutinitas perawatan kulit pun terkadang menjadi tidak konsisten.

Karena itu, menjaga kebiasaan dasar tetap penting. Membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan tabir surya, menjaga hidrasi, mendapatkan tidur yang cukup, serta menjalankan rutinitas perawatan yang sesuai dengan jenis kulit dapat membantu menjaga kondisi kulit selama musim hujan.

Nagaveni K.S., Ilmuwan Peneliti di bidang R&D Perawatan Diri (Personal Care) Himalaya Wellness, mengatakan, berbagai perubahan pada kulit selama musim hujan dapat menjadi cerminan dari kondisi lingkungan dan kebiasaan sehari-hari.

“Masalah kulit pasca-musim hujan sering kali merupakan cerminan dari kondisi yang dialami kulit selama beberapa bulan terakhir—mulai dari kelembapan udara yang tinggi dan keringat hingga paparan sinar matahari, polusi, dan perubahan rutinitas sehari-hari,” ungkapnya.

Namun, menurutnya, perubahan kondisi kulit tidak selalu harus direspons dengan mencoba banyak produk baru. Memahami kebutuhan kulit dan kembali pada rutinitas dasar justru menjadi langkah penting.

“Alih-alih langsung menggunakan berbagai macam produk, penting untuk memahami kebutuhan kulit Anda terlebih dahulu dan kembali pada langkah-langkah dasar yang konsisten, yaitu pembersihan, perlindungan dari sinar matahari, dan hidrasi,”lanjutnya.

Nagaveni menambahkan, perawatan kulit yang baik bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh secara instan. Konsistensi dalam menjalankan rutinitas sesuai kebutuhan kulit menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

“Kulit yang tampak sehat tidak dicapai melalui solusi instan, melainkan melalui pemahaman terhadap kulit Anda serta perawatannya secara konsisten,” terangnya.

Dengan begitu, kulit yang terasa lebih berminyak, kusam, atau rentan berjerawat selama musim hujan tidak perlu langsung direspons dengan rutinitas yang rumit. Justru, kondisi tersebut dapat menjadi pengingat untuk kembali memperhatikan kebutuhan dasar kulit dan menjaga perawatannya secara konsisten.

Baca Juga: 5 Minyak Wajah untuk Menutrisi Kulit Kering