Saat kamu berjalan menyusuri lorong suplemen di apotek, ada banyak sekali label produk yang mengklaim bisa membantu memangkas berat badan dengan cepat. Mulai dari Vitamin B12, Vitamin D, hingga suplemen teh hijau, semuanya kerap dipromosikan sebagai jalan pintas menuju tubuh ideal.
Namun, melansir dari laman Healthline, para ilmuwan menemukan bukti klinis yang sangat sedikit untuk mendukung klaim penurunan berat badan dari suplemen-suplemen tersebut.
Alih-alih membakar lemak, vitamin ini sebenarnya bekerja untuk menjaga fungsi organ tubuhmu tetap optimal. Yuk, kita bedah fakta di balik 5 kandungan populer ini agar kamu tidak salah kaprah:
1. Vitamin B12
Baik dikonsumsi dalam bentuk pil maupun suntikan, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa Vitamin B12 dapat menurunkan berat badan. Tubuhmu membutuhkan vitamin ini murni untuk mendukung fungsi saraf, kesehatan sel darah, dan memproduksi DNA.
Office of Dietary Supplements (ODS) lebih menyarankan kamu mengonsumsi makanan alami kaya B12 seperti sereal gandum utuh, hati sapi, atau kerang. Tambahan asupan suplemen B12 biasanya hanya benar-benar dibutuhkan oleh vegetarian ketat, peminum alkohol berat, penderita anemia, atau orang yang mengonsumsi obat tertentu seperti metformin.
Baca Juga: 3 Jenis Vitamin yang Perlu Dihindari Sebelum Tidur, Jangan Diabaikan!
2. Vitamin D
Vitamin D sangat krusial untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan menjaga tulang tetap kokoh. Namun, para ahli menegaskan bahwa vitamin ini tidak memberikan pengaruh langsung pada penurunan berat badan. Tinjauan riset mencatat bahwa konsumsi suplemen Vitamin D tidak mengubah angka timbanganmu.
Untuk mendapatkan Vitamin D, konsumsilah ikan berlemak seperti makarel dan tuna, serta sempatkan berjalan kaki di pagi hari untuk mendapatkan paparan sinar matahari alami. Ingat, gunakan selalu sunscreen sebelum keluar rumah agar kulitmu tetap terlindungi dari risiko kanker kulit.
3. Asam Lemak Omega-3
Beberapa studi berskala kecil sempat mengindikasikan bahwa Omega-3 bisa membantu menurunkan berat badan, tetapi para ahli menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Sebuah ulasan medis menganalisis 20 penelitian lama; di mana 9 studi menemukan adanya manfaat diet, sementara 11 lainnya menunjukkan tidak ada efek sama sekali terhadap berat badan.
Walau efek dietnya masih abu-abu, Omega-3 sangat dianjurkan oleh American Heart Association untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Kamu bisa mendapatkannya dari ikan salmon, sarden, hering, dan tuna.
4. Kalsium
Apakah suplemen kalsium bisa melangsingkan tubuh? Mayoritas uji klinis menunjukkan hasil negatif. ODS menyatakan tidak ada hubungan erat antara konsumsi kalsium dengan penurunan berat badan. Kendati demikian, nutrisi ini tetap wajib dipenuhi demi kesehatan tulang, otot, dan pembuluh darahmu.
Daripada meminum suplemennya, masukkan makanan tinggi kalsium yang rendah lemak ke piring makanmu, seperti tahu, sayuran hijau, dan produk susu rendah lemak. Pola makan padat nutrisi inilah yang sebenarnya mendukung program penurunan berat badanmu.
5. Teh Hijau
Banyak produk pelangsing menggunakan ekstrak teh hijau sebagai bahan jualan utama mereka. Namun, tinjauan riset menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyusutan lingkar pinggang.
Meskipun diteliti dapat sedikit memengaruhi laju metabolisme basal (BMR), klaim berat badan ini masih membutuhkan studi lanjutan. Sisi positifnya, teh hijau dipenuhi antioksidan tinggi yang sangat baik untuk melindungi kesehatan jantungmu.