3. Good Work karya Paul Millerd
Apakah kesuksesan harus selalu berarti jabatan lebih tinggi, penghasilan lebih besar, atau status sosial yang meningkat? Melalui Good Work, Paul Millerd mengajak pembaca mempertanyakan kembali standar kesuksesan yang selama ini dijadikan acuan.
Buku ini menekankan pentingnya menemukan ambisi yang berasal dari dalam diri, bukan sekadar mengejar pengakuan orang lain.
Bagi mereka yang telah mencapai banyak hal tetapi belum menemukan maknanya, pendekatan ini membantu mengevaluasi apakah arah karier dan kehidupan masih sesuai dengan nilai-nilai pribadi. Pertumbuhan pun pada akhirnya juga berarti berani menentukan definisi kesuksesan sendiri.
4. Tranquility by Tuesday karya Laura Vanderkam
Dalam Tranquility by Tuesday, Laura Vanderkam menawarkan sembilan aturan praktis untuk membantu pembaca mengatur waktu secara lebih sadar dan menciptakan keseimbangan hidup.
Alih-alih menunggu jadwal menjadi lebih longgar, pembaca diajak menyediakan waktu khusus untuk hal-hal yang bermakna, seperti keluarga, olahraga, rekreasi, dan pengembangan diri.
Buku ini tidak menolak produktivitas, tetapi menempatkannya sebagai sarana untuk mendukung kehidupan. Pesan utamanya, aktivitas penting tidak seharusnya hanya mengandalkan waktu yang tersisa setelah pekerjaan selesai, melainkan perlu direncanakan sesuai prioritas.
5. The Practice of Attention karya Cody Cook-Parrott
Di tengah derasnya notifikasi dan arus informasi, perhatian semakin mudah terpecah. Akibatnya, seseorang bisa menghabiskan banyak waktu untuk bekerja atau mengakses informasi tanpa benar-benar hadir dalam aktivitas yang dijalani.
Melalui The Practice of Attention, Cody Cook-Parrott mengajak pembaca melatih kembali perhatian agar tidak terus dikuasai teknologi dan berbagai gangguan. Kreativitas, aktivitas fisik, praktik spiritual, dan pengabdian menjadi bagian dari pendekatan yang ditawarkan untuk membantu seseorang lebih terhubung dengan diri sendiri dan lingkungan.
Buku ini menekankan bahwa pertumbuhan bukan sekadar menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, tetapi juga kemampuan untuk hadir sepenuhnya dalam hal-hal yang benar-benar penting.
Semoga informasinya bermanfaat, ya!
Baca Juga: 10 Buku Feminis Paling Berpengaruh yang Tak Boleh Dilewatkan