LALIGA Indonesia menggelar kegiatan LALIGA End of Season Party di Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2026) kemarin. Selain membahas kilas balik musim La Liga 2025/2026, kegiatan tersebut juga menyoroti salah satu isu yang selama ini menjadi perhatian penggemar LALIGA, yakni jadwal pertandingan yang kerap berlangsung mulai larut malam hingga dini hari waktu Indonesia.
Riphan Pradipta atau yang lebih dikenal dengan Coach Riphan mengakui bahwa persoalan jam tayang Liga Spanyol bukan merupakan isu baru. Ia menjelaskan, sebagian besar pertandingan LALIGA dijadwalkan berdasarkan zona waktu Eropa. Akibatnya, ketika dikonversi ke waktu Indonesia maka banyak laga baru dimulai setelah pukul 00.00 WIB.
"Kondisi ini membuat banyak penggemar di Tanah Air kesulitan menyaksikan laga secara penuh, terutama yang harus beraktivitas pada pagi hari," katanya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: LALIGA Indonesia Gelar Kegiatan LALIGA End of Season Party
Pundit sepak bola sekaligus host kanal YouTube Sport77 tersebut menjelaskan bahwa LALIGA sejatinya telah melakukan sejumlah penyesuaian jadwal, meskipun kebijakan tersebut saat ini belum diterapkan untuk seluruh pertandingan.
"Dari tim LALIGA sudah ada perubahan jadwal untuk El Clasico karena mereka sadar akan pasar Asia. Maka dari itu, dari dua jadwal El Clasico, ada yang menyesuaikan pasar Asia dan ada yang menyesuaikan pasar Amerika Latin," ujarnya.
Dengan demikian, dari dua pertemuan El Clasico yang digelar setiap musim LALIGA kini mengatur agar salah satu laga memiliki jadwal tayang yang lebih bersahabat bagi penonton di Asia. Sementara itu, laga lainnya tetap disesuaikan dengan kebutuhan pasar Amerika Latin yang juga merupakan salah satu basis penggemar terbesar kompetisi tersebut.
Coach Riphan menegaskan bahwa informasi tersebut diperoleh langsung dari pihak internal LALIGA. Keterangan tersebut juga dikonfirmasi oleh Almudena Gómez, Delegasi LALIGA di Indonesia, yang turut hadir dalam acara yang sama.
"Meski penyesuaian ini untuk saat ini baru diterapkan pada laga sekelas El Clasico, langkah tersebut tetap menjadi sinyal positif bagi penggemar yang selama ini merasa jam tayang kurang diperhatikan," sebutnya.
Ia menambahkan, hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perhatian LALIGA terhadap pasar Asia termasuk Indonesia tidak hanya berhenti pada aspek promosi dan distribusi konten tetapi juga mulai menyentuh aspek teknis seperti penjadwalan siaran.