Growthmates, merawat kulit kini tak lagi semata-mata soal mengejar wajah yang lebih cerah atau menghilangkan garis halus. Bagi sebagian orang, skincare justru menjadi bagian dari upaya merawat diri agar proses bertambahnya usia dapat dijalani dengan lebih nyaman dan percaya diri.

Perspektif inilah yang coba dihadirkan melalui CollaSence™ Facial Treatment, perawatan wajah yang memadukan rangkaian skincare berbasis kolagen dengan ritual facial. Treatment tersebut dapat dijajal di House of ULTIMA II, yang berlokasi di Tempo Scan Tower Lobby, Jakarta, dan hadir dalam dua pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Olenka.id sendiri berkesempatan mencoba salah satu rangkaian perawatan tersebut. Menariknya, treatment tidak langsung dimulai dengan penggunaan skincare utama. Kulit terlebih dahulu dipersiapkan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembersihan, eksfoliasi, pijatan, hingga lymphatic massage, sebelum masuk ke rangkaian Pro-Collagen.

General Manager Sales & Marketing ULTIMA II Indonesia, Sully Suharjo, mengatakan, pendekatan tersebut merupakan bagian dari konsep yang ingin dibawa ULTIMA II melalui CollaSence™.

“Melalui CollaSence™ Facial Treatment, kami ingin menghadirkan pengalaman perawatan yang tidak hanya berorientasi pada kulit yang sehat, tetapi juga mengedepankan pentingnya ritual perawatan yang dilakukan secara menyeluruh. Kami percaya bahwa healthy aging merupakan sebuah perjalanan, dan perawatan kulit yang tepat dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” jelas Sully.

CollaSence™ Facial Treatment sendiri hadir dalam dua varian, yakni CollaSence™ Age Defense Facial dan CollaSence™ Pro-Youth Facial. Keduanya memiliki fokus yang berbeda sehingga pengguna dapat memilih perawatan berdasarkan kondisi serta kebutuhan kulit.

Age Defense Facial ditujukan untuk membantu merawat tampilan kekencangan dan elastisitas kulit, tekstur, serta garis-garis halus. Rangkaian ini ditutup dengan penggunaan ULTIMA II Procollagen Supreme Caviar. Sementara itu, Pro-Youth Facial lebih diarahkan pada kebutuhan hidrasi, tampilan kulit yang lebih plump, serta membantu merawat elastisitas dan tampilan volume kulit. Pada tahap akhir, digunakan ULTIMA II Procollagen Extrema.

Dokter Aesthetic House of ULTIMA II, dr. Elisa Hadiwijaya, menjelaskan bahwa kedua produk tersebut memiliki sasaran penggunaan yang berbeda.

“Jadi kita ada dua produk sebenarnya. Ada yang ULTIMA II Procollagen Extrema, ada yang ULTIMA II Procollagen Supreme Caviar,” jelas dr. Elisa.

Menurutnya, Procollagen Extrema lebih ditujukan bagi mereka yang ingin melakukan perawatan untuk membantu mencegah munculnya tanda-tanda penuaan sekaligus menjaga hidrasi dan tampilan kulit.

“Yang Extrema ini lebih dikhususkan untuk mencegah tanda-tanda penuaan. Kemudian untuk lebih menghidrasi kulit, untuk lebih mencerahkan kulit,” ujarnya.

Sementara itu, Procollagen Supreme Caviar lebih diarahkan untuk kulit yang mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan.

“Kalau Extrema itu ibaratnya untuk yang berusia 20-30 tahun, untuk mencegah (penuaan). Tapi kalau yang berusia 35 ke atas lebih disarankan pakai produk Supreme Caviar,” jelas dr. Elisa.

Ia menambahkan, Supreme Caviar juga ditujukan untuk kondisi ketika tanda-tanda penuaan mulai terlihat.

“Kalau yang Supreme Caviar itu dia lebih advance lagi untuk tanda-tanda aging. Jadi, kalau misalkan udah mulai ada tanda-tanda aging, kerutan-kerutan halus, nah bisa pakai Supreme Caviar ini,” imbuhnya.

Dalam praktiknya, rangkaian facial tidak langsung masuk ke penggunaan produk Pro-Collagen. Nova, therapist ULTIMA II, menjelaskan bahwa tahap awal dimulai dengan membersihkan wajah secara menyeluruh untuk mengangkat sisa makeup, debu, dan kotoran yang menempel di permukaan kulit.

Sebelum masuk ke tahap berikutnya, customer juga diajak menghirup aromaterapi untuk membantu menciptakan suasana yang lebih rileks selama perawatan.

Setelah wajah bersih, therapist melakukan eksfoliasi menggunakan scrub, kemudian dilanjutkan dengan pijatan menggunakan ULTIMA II CHR Gentle Moisturizer. Produk tersebut, menurut Nova, dapat digunakan untuk berbagai jenis dan usia kulit. Tahapan berikutnya adalah penggunaan facial serum, sebelum perawatan dilanjutkan dengan lymphatic massage.

“Kalau untuk lymphatic massage-nya tadi, itu untuk mengurangi puffiness. Jadi kayak kita bangun tidur tuh kan bengkak, jadi mengurangi bengkaknya,” jelas Nova.

Setelah pijatan selesai, wajah diberikan masker. Dalam treatment yang dijajal Olenka.id, Nova menggunakan rangkaian ULTIMA II Hydra Botanic, termasuk Hydrating Essence Mist, sebagai bagian dari tahapan untuk memberikan hidrasi pada kulit.

Menurut Nova, penggunaan beberapa lini produk tersebut merupakan bagian dari rangkaian untuk mempersiapkan kulit sebelum masuk ke tahap utama menggunakan produk Pro-Collagen. Advanced Activator ini berperan sebagai Skin Booster

Dr. Elisa pun menjelaskan, Advanced Activator diaplikasikan lebih awal untuk membantu mempersiapkan kulit sebelum rangkaian skincare berikutnya digunakan.

“Advanced Activator-nya itu dikasih pertama untuk membantu muka kita supaya lebih prepare dan lebih siap menerima skincare yang akan dipakai di rangkaian selanjutnya,” papar dr. Elisa.

Setelah itu, perawatan dilanjutkan dengan serum untuk area mata, wajah, dan leher. Rangkaian kemudian dilengkapi dengan Day Lotion yang telah memiliki SPF 50 dan PA++++, serta moisturizer pada tahap akhir. Adapun, moisturizer tersebut berfungsi sebagai tahap penutup rangkaian skincare.

“Fungsinya buat ngelock. Jadi sebelum dikasih skincare ada activatornya dulu supaya wajah lebih siap dan juga penyerapan yang lebih baik. Kemudian diaplikasikan skincare-nya, kemudian dikunci dengan moisturizer gel yang terakhir itu,” jelas dr. Elisa.

Untuk perawatan di rumah, rangkaian tersebut juga dilengkapi dengan pilihan produk untuk penggunaan siang maupun malam.

Baca Juga: 67 Tahun Jadi The Collagen Expert, ULTIMA II Hadirkan CollaSence, Teknologi Kolagen Generasi Baru

Lymphatic Massage untuk Membantu Mengurangi Puffiness

Selain penggunaan skincare, lymphatic massage menjadi bagian penting dalam ritual facial ini. Dr. Elisa menjelaskan, teknik tersebut ditujukan untuk membantu mendukung aliran sistem limfatik pada area wajah. Menurutnya, ketika aliran limfatik kurang optimal, kondisi tersebut dapat membuat wajah tampak lebih sembap atau lelah.

“Biasanya kalau misalkan lymphatic kita kurang optimal, efeknya itu muka kita kelihatannya jadi kadang kayak bengkak, kayak kelihatan lelah gitu,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan sistem limfatik sebagai bagian dari sistem pembuangan metabolisme tubuh.

“Si lymphatic ini kan sistemnya itu seperti sistem pembuangan metabolisme di tubuh. Jadi kalau dia posisinya kurang berfungsi optimal, yang harusnya dibuang itu ketahan di dalam badan. Nah, biasanya paling kelihatan pertama itu di wajah,” paparnya.

Karena itu, lymphatic massage dimasukkan ke dalam rangkaian facial untuk membantu mendukung aliran tersebut.

“Makanya kita lymphatic massage supaya membantu aliran muka itu bisa lebih lancar dan dia berfungsi sebagaimana mestinya. Biasanya habis di lymphatic massage, biasanya muka itu jadi nggak sembap,” jelasnya.

Senada dengan Dr. Elisa, Nova juga mengatakan bahwa lymphatic massage menjadi bagian dari rangkaian untuk membantu skincare bekerja secara lebih optimal pada kulit.

Kolagen dan Konsep Healthy Aging

Konsep healthy aging yang dibawa CollaSence™ tidak terlepas dari kolagen. Secara alami, tubuh memproduksi kolagen, tetapi produksinya dapat menurun seiring bertambahnya usia.

Dr. Elisa mengatakan, kondisi tersebut membuat penggunaan skincare berbasis kolagen dapat menjadi salah satu upaya dalam rutinitas perawatan kulit.

“Wah, realistis banget dong pastinya. Karena kan sebenarnya di badan kita memang sudah ada produksi kolagen tersendiri. Tapi seiring berjalannya usia, umumnya produksi kolagen tuh udah mulai menurun,” tuturnya.

Ia melanjutkan, penggunaan skincare menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk membantu merawat kondisi kulit.

“Jadi, sebagai ikhtiar kita, kita lakukan rangkaian skincare yang mengandung kolagen. Apalagi si ULTIMA ini memang terkenal dengan teknologi kolasensnya. Nah, di produk yang terbaru ini, kolagennya tuh pro-kolagen,” sambungnya.

Menurut dr. Elisa, rangkaian tersebut juga menggunakan teknologi RX Radian Elixir.

“Dan teknologinya tuh udah pakai yang RX Radian Elixir. Jadi, udah benar-benar kolagen yang diolah sedemikian rupa supaya bisa bekerja dengan baik dan optimal di wajah kita terutama,” katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa perawatan kulit sebaiknya dilakukan sebelum tanda-tanda penuaan semakin terlihat.

“Harapannya sih sebenarnya supaya wanita Indonesia ini, kan kita wilayah panas ya, jadi diharapkan supaya lebih aware sama tanda-tanda penuaan. Sebelum tanda penuaan itu muncul, kita rawat dengan skincare yang kita punya,” ujarnya.

Namun, menurutnya, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan skincare.

“Jadi, selain pola hidup yang baik, kemudian pola makan yang baik, tentunya dibantu juga dengan skincare. Nah, kebetulan ULTIMA tuh ini punya produk-produk yang mendukung hal tersebut,” lanjutnya.

Untuk frekuensi treatment, dr. Elisa menyebut CollaSence™ Facial Treatment dapat dilakukan secara berkala.

“Treatment ini boleh diulang dua minggu sekali,” katanya.

Sementara itu, pemilihan varian kembali disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan masing-masing customer. Dengan pendekatan tersebut, treatment tidak diposisikan sebagai satu jenis perawatan yang berlaku sama untuk semua orang.

Lebih jauh, Sully pun menegaskan bahwa pendekatan personal menjadi bagian penting dari konsep CollaSence™.

“Setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang diberikan pun sebaiknya tidak disamaratakan. CollaSence™ Facial Treatment kami hadirkan dengan dua fokus yang berbeda, sehingga konsumen dapat memilih ritual perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulitnya. Bagi kami, inilah bagaimana science dapat diterjemahkan menjadi pengalaman perawatan yang personal dan relevan,” jelasnya.

Selain facial, House of ULTIMA II juga menawarkan sejumlah pilihan body treatment. Menurut dr. Elisa, pilihannya mencakup perawatan yang berfokus pada lifting, slimming, hingga perawatan untuk mendapatkan tampilan kulit yang lebih glowing.

Untuk CollaSence Pro-Youth Special yang dicoba Olenka.id, harga CollaSence™ Facial Treatment secara umum berada di kisaran Rp600.000 per sesi, sedangkan rangkaian skincare tersedia mulai sekitar Rp500.000 hingga Rp700.000 per produk, dengan harga satu set lengkap berada di kisaran Rp2 jutaan. 

“Kami percaya bahwa healthy aging merupakan sebuah perjalanan, dan perawatan kulit yang tepat dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” pungkas Sully.

Baca Juga: Perjalanan Ultima II, Merek Kecantikan Premium Asal New York yang Bertahan Lebih dari Enam Dekade