Lymphatic Massage untuk Membantu Mengurangi Puffiness

Selain penggunaan skincare, lymphatic massage menjadi bagian penting dalam ritual facial ini. Dr. Elisa menjelaskan, teknik tersebut ditujukan untuk membantu mendukung aliran sistem limfatik pada area wajah. Menurutnya, ketika aliran limfatik kurang optimal, kondisi tersebut dapat membuat wajah tampak lebih sembap atau lelah.

“Biasanya kalau misalkan lymphatic kita kurang optimal, efeknya itu muka kita kelihatannya jadi kadang kayak bengkak, kayak kelihatan lelah gitu,” ungkapnya.

Ia mengibaratkan sistem limfatik sebagai bagian dari sistem pembuangan metabolisme tubuh.

“Si lymphatic ini kan sistemnya itu seperti sistem pembuangan metabolisme di tubuh. Jadi kalau dia posisinya kurang berfungsi optimal, yang harusnya dibuang itu ketahan di dalam badan. Nah, biasanya paling kelihatan pertama itu di wajah,” paparnya.

Karena itu, lymphatic massage dimasukkan ke dalam rangkaian facial untuk membantu mendukung aliran tersebut.

“Makanya kita lymphatic massage supaya membantu aliran muka itu bisa lebih lancar dan dia berfungsi sebagaimana mestinya. Biasanya habis di lymphatic massage, biasanya muka itu jadi nggak sembap,” jelasnya.

Senada dengan Dr. Elisa, Nova juga mengatakan bahwa lymphatic massage menjadi bagian dari rangkaian untuk membantu skincare bekerja secara lebih optimal pada kulit.

Kolagen dan Konsep Healthy Aging

Konsep healthy aging yang dibawa CollaSence™ tidak terlepas dari kolagen. Secara alami, tubuh memproduksi kolagen, tetapi produksinya dapat menurun seiring bertambahnya usia.

Dr. Elisa mengatakan, kondisi tersebut membuat penggunaan skincare berbasis kolagen dapat menjadi salah satu upaya dalam rutinitas perawatan kulit.

“Wah, realistis banget dong pastinya. Karena kan sebenarnya di badan kita memang sudah ada produksi kolagen tersendiri. Tapi seiring berjalannya usia, umumnya produksi kolagen tuh udah mulai menurun,” tuturnya.

Ia melanjutkan, penggunaan skincare menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk membantu merawat kondisi kulit.

“Jadi, sebagai ikhtiar kita, kita lakukan rangkaian skincare yang mengandung kolagen. Apalagi si ULTIMA ini memang terkenal dengan teknologi kolasensnya. Nah, di produk yang terbaru ini, kolagennya tuh pro-kolagen,” sambungnya.

Menurut dr. Elisa, rangkaian tersebut juga menggunakan teknologi RX Radian Elixir.

“Dan teknologinya tuh udah pakai yang RX Radian Elixir. Jadi, udah benar-benar kolagen yang diolah sedemikian rupa supaya bisa bekerja dengan baik dan optimal di wajah kita terutama,” katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa perawatan kulit sebaiknya dilakukan sebelum tanda-tanda penuaan semakin terlihat.

“Harapannya sih sebenarnya supaya wanita Indonesia ini, kan kita wilayah panas ya, jadi diharapkan supaya lebih aware sama tanda-tanda penuaan. Sebelum tanda penuaan itu muncul, kita rawat dengan skincare yang kita punya,” ujarnya.

Namun, menurutnya, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dengan skincare.

“Jadi, selain pola hidup yang baik, kemudian pola makan yang baik, tentunya dibantu juga dengan skincare. Nah, kebetulan ULTIMA tuh ini punya produk-produk yang mendukung hal tersebut,” lanjutnya.

Untuk frekuensi treatment, dr. Elisa menyebut CollaSence™ Facial Treatment dapat dilakukan secara berkala.

“Treatment ini boleh diulang dua minggu sekali,” katanya.

Sementara itu, pemilihan varian kembali disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan masing-masing customer. Dengan pendekatan tersebut, treatment tidak diposisikan sebagai satu jenis perawatan yang berlaku sama untuk semua orang.

Lebih jauh, Sully pun menegaskan bahwa pendekatan personal menjadi bagian penting dari konsep CollaSence™.

“Setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang diberikan pun sebaiknya tidak disamaratakan. CollaSence™ Facial Treatment kami hadirkan dengan dua fokus yang berbeda, sehingga konsumen dapat memilih ritual perawatan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulitnya. Bagi kami, inilah bagaimana science dapat diterjemahkan menjadi pengalaman perawatan yang personal dan relevan,” jelasnya.

Selain facial, House of ULTIMA II juga menawarkan sejumlah pilihan body treatment. Menurut dr. Elisa, pilihannya mencakup perawatan yang berfokus pada lifting, slimming, hingga perawatan untuk mendapatkan tampilan kulit yang lebih glowing.

Untuk CollaSence Pro-Youth Special yang dicoba Olenka.id, harga CollaSence™ Facial Treatment secara umum berada di kisaran Rp600.000 per sesi, sedangkan rangkaian skincare tersedia mulai sekitar Rp500.000 hingga Rp700.000 per produk, dengan harga satu set lengkap berada di kisaran Rp2 jutaan. 

“Kami percaya bahwa healthy aging merupakan sebuah perjalanan, dan perawatan kulit yang tepat dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” pungkas Sully.

Baca Juga: Perjalanan Ultima II, Merek Kecantikan Premium Asal New York yang Bertahan Lebih dari Enam Dekade