Pusat perbelanjaan selalu identik dengan kerumunan. Para pengelola mal akan berlomba-lomba menambah tenant dengan tujuan memperbesar perputaran ekonomi di tempat tersebut. Akan tetapi, pendekatan baru dilakukan oleh ASRI, anak perusahaan Agung Sedayu Group, lewat ASHTA.

Terletak di area Sudirman Central Business District (SCBD), ASHTA District 8 resmi beroperasi pada 11 November 2020. Dengan area sewa seluas 15.000 meter persegi untuk mengakomodasi 150 premium lifestyle brands, mal ini menawarkan arsitektur kelas dunia dengan ruang interior yang luas.

Baca Juga: ASRI Sabet 4 Penghargaan Sekaligus dalam Ajang PropertyGuru Indonesia Awards 2025

ASHTA District 8 merupakan proyek retail keempat dari ASRI. Ashta berasal dari kata Sansekerta yang berarti delapan; mewakili delapan elemen dari kehidupan yang baik, yaitu keluarga, teman, kesehatan, pembelajaran, kebebasan, tujuan, cinta, dan kedamaian. Mencoba membangun kehidupan yang lebih seimbang di tengah hiruk pikuk Jakarta, ASHTA District 8 menawarkan fasilitas yang membantu meredam ‘kebisingan’ sehingga menciptakan lebih banyak ketenangan.

Selain area rooftop outdoor yang jadi incaran pengunjung, ASHTA District 8 menawarkan fasilitas free reading space di beberapa bagian di dalam mal. Bukan sekadar spot kecil dengan tempat duduk terbatas, free reading space yang ditawarkan ASHTA District 8 menawarkan area yang cukup luas dengan banyak bangku dan meja. Pengunjung juga bisa memanfaatkan tempat tersebut untuk bekerja (work from anywhere/WFA). Hal itu jelas memberikan nilai tambah bagi ASHTA di saat mal lain terkenal ‘pelit’ dalam memberikan ruang duduk yang bebas diakses publik.

Upaya Menjaga dan Meningkatkan Literasi Masyarakat

General Manager Business Development and Public Relations ASRI, Troy Fridatama, menjelaskan bahwa free reading space dihadirkan sejak tahun 2025. Menyadari tingkat literasi masyarakat Indonesia yang masih rendah, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga tingkat literasi masyarakat Indonesia, atau bahkan meningkatkannya.

“Kami menyediakan free reading space di beberapa spot yang ada di ASTHA, terutama di atas. Ini juga menjadi bagian dari campaign kami untuk menjaga literasi, selain memberikan nilai yang berbeda untuk ASTHA. This is not ordinary mall: orang bisa merasa terputus sebentar dari hiruk pikuk ibu kota dan merasakan zen selama ada di ASTHA,” jelasnya kepada tim redaksi Olenka dalam perbincangan eksklusif pada Jumat, 6 Februari 2026.

Tidak hanya membaca, pengunjung diperbolehkan untuk melakukan donasi buku. Dalam pantauan Olenka, salah satu lokasi pengumpulan donasi buku terletak di lantai GF, dekat meja resepsionis, dari arah masuk Lobby Senopati. Selain itu, pengunjung juga diperbolehkan menukar buku yang ada di free reading space dengan buku yang mereka bawa.

“Tidak hanya membaca, pengunjung juga bisa melakukan swap. Dalam artian, pengunjung bisa menukar buku yang dia punya dengan yang tersedia di free reading space. Ambil satu, taruh satu. Kami juga membuka open donation untuk buku-buku yang bisa dibaca. Tim kami akan melakukan penataan dan kurasi buku yang ada. Beberapa buku akan di-rolling di berbagai free reading space yang tersedia,” jelas Troy.

“Kalau boleh saya bilang, kami adalah the first mall who served free reading space in Jakarta. Semoga dengan adanya free reading space ini bisa membantu masyarakat untuk lebih gemar membaca,” pungkasnya.