Pemerintah menempatkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebagai salah satu pilar utama yang akan menentukan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Hal itu ditegaskan usai Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran Komisaris dan Direksi Himbara di Istana Merdeka pada Kamis (18/6/2026). Peran Himbara diharapkan tidak sekadar sebagai institusi keuangan yang mencetak keuntungan, tetapi didorong menjadi instrumen pembangunan yang mampu memperluas akses ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa kekuatan Himbara tercermin dari besarnya nilai kapitalisasi pasar yang mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Baca Juga: DPR Dorong Bos-Bos Bank Plat Merah Buyback Saham Himbara
"Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp1.100 triliun, Himbara memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah," kata Rosan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Rosan menyebut, besarnya nilai kapitalisasi ini menunjukkan posisi strategis Himbara dalam sistem keuangan nasional. Ke depan, Himbara diharapkan menjangkau jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengah peran Himbara ini, pemerintah ingin masyarakat mendapatkan manfaat lebih luas sehingga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.
"Peran Himbara tidak hanya diukur dari pencapaian laba, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka akses dan kesempatan yang setara bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha yang lebih besar," kata Rosan.
Sinergi Lebih Kuat di Bawah Danantara
Pada kesempatan yang berbeda, pengamat perbankan Moch. Amin Nurdin melihat transformasi peran Himbara semakin kuat seiring hadirnya Danantara sebagai pengelola BUMN. Amin menyebut koordinasi yang lebih solid setelah hadirnya Danantara bisa membuat program pemerintah dapat dijalankan secara lebih terintegrasi.
"Di bawah koordinasi Danantara dan arahan Presiden, terdapat penguatan sinergi antarlembaga perbankan negara sehingga fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.
Di tengah penguatan peran tersebut, Amin menilai Himbara perlu terus menjaga disiplin manajemen risiko dan tata kelola. Menurutnya, perluasan penugasan dapat membuka peluang peningkatan volume bisnis serta memperluas basis nasabah, namun tetap harus diarahkan pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan semata mengejar pertumbuhan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta mampu menjaga profitabilitas secara berkelanjutan," kata Amin.