Kecelakaan lalu lintas kerap menjadi peristiwa yang merusak momen mudik lebaran, acap kali kecelakaan lalu lintas juga meminta tumbal korban jiwa. Penyebabnya beragam.
Pada mudik lebaran 2026 ini, angka kecelakaan itu melorot drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurunnya angka kecelakaan itu seiring meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berkendara.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengapresiasi hal itu, kesadaran masyarakat mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas lapangan, berhasil meminimalkan angka kecelakaan. Bahkan berkat kesadaran kolektif itu angka kecelakaan lalu lintas tahun turun hingga 28 persen.
Baca Juga: Tiga Penyakit yang Paling Banyak Diderita Para Pemudik
"Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah dalam pelaksanaan angkutan mudik maupun arus balik dalam perjalanannya senantiasa mematuhi ataupun mengikuti arahan petugas di lapangan, sehingga tingkat kecelakaan relatif menurun 28% juga fatalitas yang terjadi," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dilansir Kamis (26/3/2026).
Catatan Jasa Raharja, angka kecelakaan pada mudik atau arus balik lebaran 2026 sebanyak 228 peristiwa fatalitas, angka ini jauh lebih sedikit jika dibanding tahun sebelumnya, dimana kecelakaan lalu lintas pada 2025 merenggut lebih dari 300 korban jiwa.
"Terjadi peristiwa fatalitas yang turun 28% dibandingkan periode yang sama, 12 hari dalam siaga angkutan Lebaran. Namun ini 228 yang tercatat sampai dengan tadi malam. Kemudian kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, terdapat 318 orang yang meninggal dunia," beber Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.
Mayoritas pengendara yang terlibat kecelakaan pada mudik lebaran atau pada arus balik kali ini karena kelelahan berkendara khususnya pengguna sepeda motor. Sementara kondisi kendaraan yang tak perima juga menjadi penyebab lainnya.
"Dominasinya masih pada kendaraan bermotor roda dua. Jadi berbagai penyebab peristiwa ini adalah fatigue driving atau kelelahan pengemudi, jarak perjalanan yang cukup jauh di atas kurang lebih 4–5 jam, dan kemudian kondisi dari kendaraan bermotor," imbuhnya.
Awaluddin memastikan Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada sebagian besar keluarga korban.
Baca Juga: Prabowo Puas Angkutan Lebaran 2026 Berjalan Lancar
"Kami sudah memberikan santunan sampai dengan tadi malam, Rp 11,2 miliar kepada 228 korban yang meninggal dunia, kepada keluarga korban dan ahli waris," pungkas Awaluddin.