Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Premier Bintaro, dr. Alvira Rozalina Sp.pd, menjelaskan bahwa istilah super flu digunakan untuk menggambarkan jenis virus influenza yang mengalami mutasi sehingga menjadi lebih menular, lebih sulit diobati, atau lebih berbahaya dibandingkan flu musiman biasa.

Meskipun bukan istilah medis resmi, sebutan ini sering digunakan untuk menarik perhatian terhadap potensi wabah flu yang dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Dokter Alvira menyebut, virus influenza memiliki kemampuan tinggi untuk bermutasi. Terdapat dua proses utama yang memicu perubahan tersebut yakni:

  1. Antigenic drift: perubahan kecil yang terjadi secara bertahap dan umumnya menyebabkan flu musiman;
  2. Antigenic shift: perubahan besar dan mendadak yang dapat memicu wabah besar atau bahkan pandemi.

Baca Juga: Serba-Serbi 'Super Flu', Benarkah Lebih Ganas dari COVID-19?

"Super flu biasanya dikaitkan dengan proses antigenic shift, terutama ketika virus influenza dari hewan (seperti burung atau babi) menular ke manusia dan berhasil beradaptasi," ungkap dr. Alvira dalam keterangan resmi, diterima pada Minggu (1/2/2026).

Ia menambahkan, ada beberapa gejala Super Flu yang perlu dicermati. Apa sajakah itu?

Gejala Super Flu

Gejala super flu pada dasarnya mirip dengan flu biasa, namun cenderung lebih berat, antara lain:

  • Demam tinggi yang muncul mendadak
  • Batuk parah disertai sesak napas
  • Nyeri otot yang intens
  • Kelelahan ekstrem
  • Pneumonia atau komplikasi serius pada paru-paru

"Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat," tambahnya.

Dampak terhadap Masyarakat

Apabila menyebar secara luas, super flu dapat menimbulkan berbagai dampak serius, seperti:

  • Membebani sistem pelayanan kesehatan
  • Meningkatkan angka rawat inap dan kematian
  • Mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan
  • Memicu pembatasan sosial, sebagaimana pernah terjadi pada pandemi global

Pencegahan dan Pengendalian

Beberapa langkah penting untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran flu berbahaya meliputi:

  • Melakukan vaksinasi influenza secara rutin, minimal satu kali dalam setahun untuk orang dewasa
  • Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur
  • Menggunakan masker saat sedang sakit
  • Meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat
  • Melakukan deteksi dini serta pelaporan kasus secara cepat dan tepat

Peran Ilmu Pengetahuan

Para ilmuwan dan tenaga kesehatan terus memantau perkembangan virus influenza di seluruh dunia. Berbagai penelitian dilakukan untuk tujuan sebagai berikut.

  • Mengembangkan vaksin yang lebih efektif
  • Mendeteksi mutasi virus sejak dini
  • Meningkatkan kesiapan global dalam menghadapi potensi pandemi

Pada intinya, tegas dr. Alvira, super flu menjadi pengingat bahwa penyakit menular masih merupakan tantangan serius bagi umat manusia. Kewaspadaan, kerja sama global, serta kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk menurunkan risiko dan meminimalkan dampak wabah flu yang lebih berbahaya di masa depan.

Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang sesuai, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis  di Rumah Sakit Premier Bintaro. Pemeriksaan akan dilakukan oleh tim medis berpengalaman dengan metode yang sesuai dengan kondisi Anda. Kunjungi website kami di rspremierbintaro.com. Selain itu, dapat juga melalui WhatsApp di 0812-2230-9911 atau telepon ke RS Premier Careline di 1500 908.